news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin..
Sumber :
  • tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar

Menkes Sebut Vaksin TBC Masuk Uji Klinis Tahap Akhir: Pembunuh Nomor 1 di Indonesia

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin menegaskan pentingnya vaksin untuk melawan penyakit menular, termasuk tuberkulosis (TBC) yang menjadi penyakit menular paling mematikan di Indonesia.
Kamis, 8 Mei 2025 - 19:27 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin menegaskan pentingnya vaksin sebagai senjata utama melawan penyakit menular, termasuk tuberkulosis (TBC) yang kini menjadi penyakit menular paling mematikan di Indonesia.

Hal itu disampaikan Budi usai rapat di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (8/5).

“Covid berhenti karena apa? Karena vaksin. Jadi buat teman-teman ya, semua penyakit menular yang pernah menyerang kita secara drastis seperti cacar, covid itu bisa berhenti karena ada vaksin, bukti ilmiahnya. Jadi vaksin itu sangat dibutuhkan untuk bisa mengurangi penyakit menular,” kata Budi.

Budi mengungkapkan, lebih dari 100 ribu orang di Indonesia meninggal setiap tahun akibat TBC, menjadikannya pembunuh nomor satu di negeri ini.

“TBC itu sekarang adalah penyakit menular pembunuh nomor 1 di Indonesia. Lebih dari 100 ribu orang meninggal setiap tahun. Ini lebih banyak dari covid kalau dijumlah dalam 5 tahun terakhir,” ujarnya.

Ia menyoroti lambatnya pengembangan vaksin TBC karena penyakit tersebut banyak menyerang negara miskin.

“Tidak ada vaksinnya karena ini kejadian di negara miskin. Jadi negara maju enggak mau bikin,” ungkapnya.

Namun, harapan baru muncul lewat pendanaan dari Gates Foundation yang mendukung pengembangan vaksin TBC untuk negara-negara di Amerika Latin, Asia, dan Afrika.

“Dia bikin vaksin itu sekarang sudah ada dan sedang clinical trial level 3,” terang Budi.

Indonesia menjadi salah satu dari tujuh negara yang terlibat dalam uji klinis tahap akhir untuk menguji efektivitas dan keamanan vaksin tersebut.

“Itu dicobakan di 7 negara ini untuk melihat efeksi sama keamanannya. Jadi safety sama efikasinya. Diharapkan nanti di akhir 2028 itu bisa keluar,” tutup Budi. (agr/dpi)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:05
01:27
12:44
15:36
06:26
05:03

Viral