news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Bu Guru Baisa.
Sumber :
  • Tim tvOne/Vera

Kisah Bu Guru Baisa dari Pulau Rinca, 21 Tahun Mengajar sambil Menjaga Murid dari Komodo

Baisa berkisah, ia mulai menjadi guru di SDI Kerora dengan bayaran dari komite sebanyak Rp5 ribu per kepala keluarga. Ini berlangsung dari tahun 2004 hingga 2008 sebelum adanya program dana BOS.
Jumat, 2 Mei 2025 - 15:40 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Di salah satu sisi Pulau Rinca, Taman Nasional Komodo, Manggarai Barat terdapat sekolah bernama Sekolah Dasar Inpres Kerora yang dibangun di Dusun Kerora. 

Di luar ruangan tempat guru yang akrab disapa "Ibu Guru Baisa", sedang mengajar, triplek dari plafon tampak menggantung nyaris lepas, daun jendela bertengger tak utuh, dan dinding tembok banyak yang mengelupas. Tepat di samping kelasnya ada pagar pembatas untuk perlindungan dari komodo, seekor monyet sedang bertengger di situ, matanya mengarah ke pintu kelas.

Kemudian pada halaman sekolah yang tak rata karena bekas garukan babi hutan, belasan kambing berkeliaran mencari rumput. Saat istirahat, murid-murid akan bermain di situ, Baisa dan guru lain duduk berkumpul di depan kantor guru untuk mengawasi murid-murid. 

"Komodo sering datang dari depan untuk cari kambing. Jadi kami jaga anak-anak kalau lagi istirahat," kata Baisa. 

Dari semua guru yang kini mengajar di SDI Kerora, Baisa adalah yang terlama. Perempuan yang lahir di Dusun Kerora ini, mulai mengabdi sejak tahun 2004 dan mengajar seluruh kelas, dari kelas 1 sampai kelas 6.

"Waktu itu saya baru tamat sekolah menengah atas langsung mengajar di sini. Saya mengajar setiap hari untuk kelas satu sampai enam, karena waktu itu guru hanya dua orang," imbuhnya dengan ekspresi datar saat ditemui tvOnenews.

https://thumb.tvonenews.com/images/2025/05/02/6814742bd20d3-baisa.jpg

Baisa berkisah, ia mulai menjadi guru di SDI Kerora dengan bayaran dari komite sebanyak Rp5 ribu per kepala keluarga. Ini berlangsung dari tahun 2004 hingga 2008 sebelum adanya program dana BOS.  Saat itu, ada 60 kepala keluarga yang bermukim di Dusun Kerora.

"Dari 60 kepala keluarga, saya dapat 360 ribu Rupiah setiap bulan. Tapi tidak setiap bulan saya dapat begitu, kadang 185 ribu, kadang 150 ribu, paling tinggi 220 ribu. Ada masa yang saya malas mau tagih, tapi saya tetap mengajar," kata ibu beranak dua ini. 

Meski dengan upah yang sangat kecil, Baisa tidak berhenti mengajar. Ia membulatkan tekad untuk tetap menjadi guru dengan menempuh kuliah pendidikan guru sekolah dasar (PGSD) di Universitas Terbuka mulai tahun 2015 sampai 2021. Setelah 21 tahun mengajar di SDI Kerora, Baisa akhirnya lulus sertifikasi guru. 

Berita Terkait

1
2 3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:01
05:20
03:42
28:51
12:19
16:55

Viral