news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi di Gedung DPR, Jakarta Pusat..
Sumber :
  • tvOnenews.com/Syifa Aulia

Dedi Mulyadi Ingin Siswa Nakal Dikirim ke Barak Militer: Bukan untuk Diajarkan Perang, Tapi…

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menginginkan agar siswa-siswa nakal dikirim ke barak militer. Ia menjelaskan, hal ini bukan berarti mengajarkan mereka perang.
Rabu, 30 April 2025 - 07:19 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ingin agar anak atau siswa yang nakal dikirim ke barak militer

Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa dikirimnya siswa nakal ke barak militer bukan berarti mereka akan diajarkan cara berperang. 

Menurutnya, siswa-siswa nakal nantinya akan diajarkan cara untuk lebih disiplin dan menjaga kesehatan mentalnya. 

“Jadi, masuk barak militer bukan latihan perang-perangan, bukan. Tapi membangun kesehatan pikiran, kesehatan mental, dan kesehatan raga mereka,” kata Dedi Mulyadi, Selasa (29/4/2025). 

Ia berharap anak nakal yang dikirim ke barak militer bisa lebih bugar dan tak lagi terjerumus dengan rokok atau minum-minuman keras. 

Latihan kedisipilinan yang dimaksud Dedi antara lain adalah belajar bangun pagi, sesuai waktu yang ditetapkan. 

Di barak biasanya akan diajarkan cara agar bisa bangun di jam-jam tertentu. 

Ia mencontohkan, pertama, anak-anak diwajibkan tidur jam 8 malam di barak. Hal ini mungkin akan sulit dilakukan di rumah sehingga anak cenderung bangun sampai larut. 

Mereka juga akan diajarkan bangun di pagi hari agar melatih kedisiplinan. 

“Dua, bangunnya harus jam 4 pagi. Tiga, begitu bangun harus mandi. Setelah mandi, mereka membereskan ruang tidur mereka,” tutur Dedi.

Setelah bangun pagi, mereka kemudian dilatih untuk menjaga kebersihan dengan membersihkan lingkungannya secara langsung. 

“Setelah itu, mereka harus sarapan pagi. Setelah itu, mereka pergi ke sekolah,” ujarnya menambahkan. 

Dedi mengatakan, anak-anak yang dikirim ke barak militer juga akan diajarkan baris berbaris.

Tak lupa pula mereka diajarkan beribadah, misalkan berpuasa sunnah bagi yang muslim. 

“Ini adalah arah pembinaan yang tidak didapatkan di ruang lingkup kehidupan pribadi mereka di lingkungan rumah,” ungkap Dedi. (iwh)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:05
01:27
12:44
15:36
06:26
05:03

Viral