- Instagram @ayukartikadewi
Stafsus Jokowi Nikah Beda Agama, Ini Profil Ayu Kartika Dewi dan Gerald Sebastian
Jakarta - Pernikahan Staf Khusus (Stafsus) Presiden Joko Widodo (Jokowi), Ayu Kartika Dewi dengan pasangannya Gerald Sebastian menjadi sorotan. Pasalnya, Ayu yang beragama Islam dan berhijab tersebut menjalani pernikahan beda agama.
Ayu Kartika Dewi dan Gerald Sebastian menggelar pernikahan dengan prosesi dua agama yang berbeda, yaitu akad nikah secara Islam dan pemberkatan di Gereja Katolik. Pernikahan tersebut dilangsungkan pada Jumat (18/3/2022) di Hotel Borobudur dan Gereja Katedral, Jakarta.
Lalu, siapa sosok Ayu Kartika Dewi dan Gerald Sebastian?
Berikut profil keduanya yang dikutip dari viva.co.id.
Ayu Kartika Dewi
Ayu Kartika Dewi lahir di Banjarmasin, 27 April 1983.
Ia merupakan Staf Khusus Presiden Bidang Sosial. Tidak hanya itu, dia juga menjadi perumus Gerakan Sabang Merauke.
Ayu dikenalkan oleh Presiden Jokowi sebagai Staf Khusus Presiden pada 21 November 2019. Selama bertugas, Ayu kerap bicara tentang toleransi.
Wanita kelahiran Banjarmasi tersebut pernah bekerja di P&G (Procter and Gamble) selama 5 tahun di Jakarta dan Singapura. Selain itu, dia juga aktif dalam Gerakan Indonesia Mengajar.
Ayu pernah ditugaskan untuk mengajar di sebuah SD di lereng gunung Maluku Utara yang terkena dampak kerusuhan Ambon-Poso pada 1999.
Wanita yang usianya akan menginjak 39 tahun ini juga pernah didapuk sebagai presenter terbaik Student Grant seluruh Indonesia dan meraih Student Grant dari Asian Development Bank.
Sementara gelar MBA nya didapatkan di Universitas Duke, Amerika Serikat.
Sebelum menjadi Staf Khusus Jokowi, Ayu juga pernah menjadi Staf Khusus dari Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada periode 2015-2017.
Gerald Sebastian
Gerald Sebastian merupakan lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia (UI). Ia sukses meraih predikat cumlaude saat lulus pada tahun 2015 silam.
Pria yang menikahi Ayu tersebut pernah aktif di organisasi kampus yakni Himpunan Mahasiswa Komunikasi (HMIK) Universitas Indonesia pada 2013-2014.
Selain itu, Gerald juga pernah menjabat sebagai staf humas atau public relations di organisasi mahasiswa jurusan ilmu komunikasi.
Gerald dikabarkan menjadi salah satu pendiri dan pemegang jabatan Co-Founder dan Business Director platform ‘Kok Bisa’ yang dikenal sebagai startup media pendidikan di Indonesia.