- Rizek Abdeljawad-Xinhua
Kontroversi Keinginan Prabowo Evakuasi Warga Gaza ke Indonesia, Ditolak Turki dan Arab Saudi, Mensesneg Tegaskan Pemerintah Tetap Ingin Membantu
Jakarta, tvOnenews.com - Presiden RI Prabowo Subianto berencana untuk melakukan evakuasi terhadap warga Gaza di Palestina ke Indonesia.
Rencana itu diungkapkan Prabowo ketika melakukan lawatan ke lima negara beberapa waktu lalu yakni Uni Emirat Arab (UEA), Turki, Mesir, Qatar, dan Yordania.
Menurut Prabowo, kedatangannya beberapa waktu lalu ke lima negara tersebut salah satunya untuk berdiskusi tentang evakuasi warga Gaza di Palestina ke Indonesia.
"Ini sesuatu yang rumit, yang tidak ringan, tetapi komitmen Indonesia dalam mendukung keselamatan rakyat Palestina, mendukung kemerdekaan Palestina, saya kira mendorong Pemerintah Indonesia untuk berepran lebih aktif," kata Prabowo.
Evakuasi itu, kata Prabowo berfokus untuk menerima korban-korban luka agar fokus diobati di Indonesia.
"Nanti segera kami mengirim ke luar negeri untuk diskusi dengan pemerintah Palestina dan pihak-pihak di daerah tersebut bagaimana pelaksanaannya," kata dia.
Ia mengatakan, Indonesia siap mengirim pesawat untuk mengangkut para warga Gaza di Palestina.
"Kita memperkirakan mungkin jumlahnya sekitar 1.000 untuk gelombang pertama. Syaratnya adalah semua pihak harus menyetujui hal ini," tuturnya lagi.
Terkait rencana Presiden Prabowo tersebut, nampaknya beberapa negara menilai hal yang berlawanan.
Turki misalnya, negara tersebut menegaskan bahwa menolak rencana pemindahan warga Gaza dari Palestina ke negara lain.
Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan mengatakan, dikutip Andolu, yang paling penting saat ini bukanlah memindah warga Gaza.
Fidan menilai, seluruh dunia saat ini mestinya mendorong gencatan senjata permanen di daerah yang diserang Israel tersebut.
Hal serupa juga diungkapkan Arab Saudi. Melalui Menteri Luar Negerinya, Faisal bin Farhan, negara itu menegaskan bahwa tidak menerima apapun bentuk pemindahan evakuasi warga Gaza.
"Kami dengan tegas menolak pemindahan warga Palestina dari Gaza dengan slogan apapun," tegas Faisal.
Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengakui rencana evakuasi warga Gaza tersebut memang sulit teralisasi.
Namun, ia mengatakan Indonesia tetap berupaya untuk memberikan bantuan kepada warga Gaza.
"Pemerintah Republik Indonesia terus memberikan perhatian kepada saudara-saudara kita di Gaza," kata Prasetyo.