- Anadolu Agency
TNI Kirim Bantuan ke Myanmar, Tim SAR dan Logistik Senilai US$1 Juta
Jakarta, tvOnenews.com – Pemerintah militer Myanmar, yang dipimpin oleh Jenderal Min Aung Hlaing, telah menyatakan keadaan darurat di enam wilayah akibat gempa dahsyat yang melanda negara tersebut.
Myanmar juga telah meminta bantuan internasional untuk menangani dampak bencana. Menanggapi situasi ini, Tentara Nasional Indonesia (TNI) akan mengirimkan bantuan kemanusiaan dalam waktu dekat.
Aster Panglima TNI, Mayjen TNI M. Naudi Nurdika, dalam keterangannya yang dikutip Selasa (1/4/2025), menyatakan bahwa bantuan yang dikirimkan mencakup tim pencarian dan penyelamatan (SAR), tim medis darurat (EMT), serta logistik dan peralatan dengan total nilai mencapai US$1 juta.
Bantuan ini akan dikirimkan dalam beberapa tahap. Pada 31 Maret 2025, tim pendahuluan yang terdiri dari 10 orang perwakilan BNPB, Basarnas, Kemenlu, Kemenkes, TNI/Polri, serta kementerian dan lembaga terkait, diberangkatkan pada malam hari.
“Selanjutnya, pada 1 April 2025, tim USAR dan EMT akan diberangkatkan menggunakan pesawat Hercules TNI AU bersama dengan bantuan logistik, obat-obatan, serta dukungan dari pihak swasta,” jelas dia.
Pada 3 April 2025, delegasi lain termasuk tim medis akan diberangkatkan. Rombongan ini dipimpin oleh Menko PMK, Kepala BNPB, Komisi VIII DPR, serta perwakilan TNI/Polri dan kementerian/lembaga terkait.
Mayjen TNI M. Naudi Nurdika menegaskan bahwa keberangkatan rombongan ini akan dilepas langsung oleh Presiden RI di Lanud Halim Perdanakusuma.
“TNI juga telah menyiapkan dukungan penuh dalam operasi kemanusiaan ini, termasuk pengamanan tim serta penggunaan pesawat untuk mengangkut bantuan,” ungkapnya.
Selain itu, TNI juga menggalang bantuan kemanusiaan secara besar-besaran dengan melibatkan seluruh angkatan dan Kotama Ops.
Beberapa kebutuhan prioritas dalam bantuan kemanusiaan ini meliputi tenda, selimut, terpaulin, sleeping bags, obat-obatan seperti anti-diare dan antiseptik, lampu tenaga surya, generator portabel, serta perlengkapan sanitasi dan kebersihan.
Naudi menambahkan bahwa penggalangan bantuan ini juga melibatkan berbagai komponen masyarakat, pihak swasta, dan mitra strategis.
Laporan penggalangan bantuan harus disampaikan sebelum 3 April 2025 secara berjenjang hingga ke Ster TNI. Dalam setiap kegiatan penggalangan bantuan, nama TNI harus dikedepankan dengan menyertakan keterangan mengenai peran TNI dalam operasi militer selain perang (OMSP).
TNI juga memastikan bahwa kegiatan penggalangan bantuan akan dilakukan secara optimal, termasuk memanfaatkan waktu yang tersedia di sela libur Ramadan. Dalam setiap kegiatan, seluruh personel yang terlibat diwajibkan mengenakan topi rimba dan tidak menggunakan baret satuan. (agr/ree)