news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Maskapai Garuda Indonesia..
Sumber :
  • Sukri/tvOne

Pelayanan Garuda Kembali Kecewakan Jemaah Haji, Komnas Haji Sebut Maskapai Plat Merah Harus Bertanggungjawab

Maskapai Garuda mengubah rute penerbangan 46 kelompok terbang (kloter) jemaah haji Indonesia gelombang I yang di dalmnya terdapat kurang lebih 15 ribuan jemaah.
Selasa, 25 Juni 2024 - 17:31 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Maskapai Garuda Indonesia kembali bermasalah dalam pemulangan jemaah haji Indonesia ke tanah air.

Maskapai Garuda mengubah rute penerbangan 46 kelompok terbang (kloter) jemaah haji Indonesia gelombang I yang di dalmnya terdapat kurang lebih 15 ribuan jemaah. 

"Jemaah yang seharusnya pulang dari Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah, berubah titik pulang melalui Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah," kata Ketua Komnas Haji melalui keterangan resminya, Selasa (25/6/2024). 

Mustolih mengatakan pergerakan jemaah haji Indonesia terbagi dalam dua gelombang. 

Pertama, jemaah haji dari tanah air mendarat di Bandara AMAA Madinah, lalu ke Madinah, Makkah, baru pulang melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah. 

Kedua, jemaah haji dari Tanah Air mendarat di Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah, lalu ke Makkah, Madinah, baru pulang melalui Bandara AMAA Madinah. 

"Perubahan jadwal penerbangan yang mendadak sangat merepotkan, bukan saja bagi jemaah tetapi tentu petugas dan berpotensi menambah beban biaya (cost) di luar skema," katanya.

Menurutnya, perubahan penerbangan dipastikan menimbulkan efek domino dan sistemik. Salah satunya jemaah kelelahan karena harus kembali menempuh perjalanan panjang dari Makkah ke Madinah. 

"Jika dibandingkan waktu tempuh Makkah ke Jeddah kurang lebih 1,5 jam. Sementara Makkah ke Madinah bisa mencapai lebih 8 jam. Ini tentu merepotkan dan melelahkan jemaah," tambahnya.

Selain itu, perubahan ini dapat memecah konsentrasi petugas. Dalam kondisi normal, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daker Bandara, semestinya terkonsentrasi mengawal pemulangan jemaah haji gelombang I di Jeddah. 

"Akibat perubahan rute ini, petugas harus membagi pelayanan di Madinah. Hal ini bisa berdampak menurunnya layanan petugas sehingga tidak optimal," katanya.

Konsekwensi lanjutannya mengharuskan penyiapan layanan tambahan di Madinah di luar jadwal yang telah direncanakan yang mencakup akomodasi, konsumsi, dan transportasi sehingga menambah beban biaya baru.

"Disamping itu perubahan tersebut tidak sesuai dengan ketentuan ta'limatul hajj yang mengharuskan perjalanan haji satu rute. Jika kedatangan melalui Madinah, maka kembali melalui Jeddah, dan sebaliknya," tuturrnya.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:05
01:27
12:44
15:36
06:26
05:03

Viral