- Hansen Sinaga
Menkes: Persediaan Oksigen Cukup
Jakarta - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memastikan ketersediaan pasokan oksigen untuk pasien covid-19 tetap aman.
"Kami bisa sampaikan di sini bahwa oksigen yang ada itu cukup," jelas Menteri Kesehatan pada konferensi pers virtual, Jumat (25/6).
Dia menjelaskan, selama ini sekitar 75 persen dari total produksi oksigen domestik digunakan untuk tujuan industri. Sedangkan oksigen untuk sektor kesehatan hanya 25 persen.
Untuk menjamin kesiapan oksigen di sektor kesehatan, Menteri Kesehatan telah meminta komitmen dari para produsen oksigen untuk mengalihkan produksi oksigen industri, dan menambah alokasi oksigen untuk sektor kesehatan.
Selain dari sisi produksi, Menteri Kesehatan juga mengaku bahwa ketersediaan tabung untuk oksigen juga masih tetap aman.
"Kemarin itu karena tiba-tiba banyak permintaan, maka banyak pihak yang menyimpan stok tabung berlebih. Ini sebenarnya tidak perlu," katanya.
Menkes Pastikan Anggaran Penanganan Covid-19 Tersedia
Budi Gunadi Sadikin juga memastikan anggaran pemerintah untuk penanganan pandemi Covid-19 masih tersedia dan dapat dimanfaatkan secepat dan setepat mungkin.
Hal tersebut juga telah dikonfirmasi Menkes Budi kepada Bendahara Negara yakni Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.
"Bu Sri Mulyani juga menyampaikan beberapa kali bahwa tak perlu khawatir karena uangnya disiapkan, tinggal sekarang bagaimana kita bisa mengutilisasikan itu seefisien mungkin," kata Budi dalam konferensi pers daring yang disiarkan YouTube Sekretariat Presiden, Jakarta, Jumat.
Budi menjelaskan anggaran secara khusus untuk penanganan Covid-19 sebesar Rp131 triliun. Penyerapan anggaran itu hingga Juni 2021 masih sekitar 50 persen.
"Anggaran untuk penanganan Covid-19 khusus itu ada Rp131 triliun dan penyerapannya sekarang sampai Juni masih sekitar 50 persen. Itu pun banyaknya di anggaran yang di Kemenkes," ujarnya.
Menurut Budi, terdapat pula anggaran penanganan Covid-19 di pagu lainnya yang disiapkan pemerintah yakni anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). Namun, realisasi penyerapan anggaran di APBD tersebut masih rendah.
"Ada anggaran lain di luar itu yang dialokasikan delapan persen yang ada di APBD. Itu serapannya masih rendah. Saya tidak ingat angka pasnya, tapi seingat saya masih belasan persen," ujarnya.