news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)..
Sumber :
  • tvOnenews - Muhammad Bagas

Agus Harimurti Yudhoyono Jelaskan Sikap Partai Demokrat, Ini Pidato Lengkapnya

Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memutuskan untuk memberikan maaf kepada Anies Baswedan yang dinilai telah berkhianat dari AHY.
Senin, 4 September 2023 - 20:21 WIB
Reporter:
Editor :

Tapi yang jelas, sebagai pemimpin, sebagai Ketua Umum Partai Demokrat, saya bangga sekaligus terharu, atas ketegaran, kesetiaan, soliditas dan solidaritas seluruh kader dan simpatisan Partai Demokrat, dalam menghadapi ujian dan tantangan ini. Saya juga berterima kasih, karena itu semua yang telah membuat perahu besar ini tetap kokoh, di tengah badai.

Saya juga menyampaikan terima kasih secara tulus, kepada para tokoh, para sahabat, dan berbagai kalangan masyarakat Indonesia yang telah menyampaikan simpati, doa serta harapan baiknya bagi saya dan Partai Demokrat. 

Selanjutnya, saya mengajak seluruh kader Partai Demokrat, agar tetap tenang dan berpikir jernih. Kita tidak akan patah oleh ganjalan politik sekeras apa pun. Masekipun, kita juga tidak akan berkompromi pada konspirasi politik securang apa pun.

Saya juga mengajak kita semua untuk bersyukur, karena Allah SWT masih sayang kepada kita. Bisa jadi, ini adalah cara Tuhan untuk menyelamatkan kita dari hal-hal yang lebih buruk.

Saya tahu, para kader Demokrat marah dan kecewa, bukan karena Ketumnya tidak jadi Cawapres, tapi karena perjuangan Demokrat telah dilukai oleh mereka yang tidak jujur, serta telah melanggar komitmen dan kesepakatan. Bagi Demokrat, ini sesuatu yang fundamental.

Kita merasakan, daam hiruk pikuk politik menuji Pemilu 2024, seolah etika, integritas pribadi, dan komitmen politik, menjadi tidak penting dan relevan, dalam mencapai tujuan. Ini yang justru menebalkan keyakinan politik saya, bahwa perubahan benar-benar diperlukan; karena demokrasi yang sejati hanya bisa dirawat dan tetap eksis jika hal-hal mendasar tadi tetap dipertahankan.

Penglamanan di TNI mengajarkan kepada kami, untuk senantiasa memegang teguh nilai dan etika keperwiraan. Hal ini adalah modalutama bagi seorang prajurit dalam mengenmban tugas apa pun. Dalam kondisi perang saja, kami diwajibkan untuk memenuhi etika dan aturan. Sehingga perang bukan hanya soal killed or to be killed. Bukan hanya tentang menang atau kalah. Tetapi juga soal cara untuk bisa memenangkan peperangan itu.

Begitu juga dalam berpolitik. Saya rasa semua rakyat Indonesia yang kita perjuangkan ini, sepakat untuk berpolitik secara beretika. Artinya, kita mendambakan praktik-praktik yang baik. Kita juga tidak ingin seolah semuanya bisa, asal tidak boleh kalah. Cra tidak boleh menikam tujuan. Cara juga harus dijiwai oleh tujuan. Begitu pula sebaliknya. Ini adalah pandangan Mahatma Gandhi, yang juga menjadi rujukan utama dari pikiran-pikiran Presiden Soekarno.

Berita Terkait

1
2
3 4 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:05
01:27
12:44
15:36
06:26
05:03

Viral