- Istimewa
Anggota DPR Zulfikar Suhardi Soal Proyek Pembangunan PSEL: Jawab Persoalan Pengolahan Sampah
Jakarta, tvOnenews.com - Anggota Komisi IV DPR RI, Muhammad Zulfikar Suhardi, mendukung penuh rencana pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk membangun fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di berbagai wilayah Indonesia.
Program ini dinilai sebagai solusi jitu atas krisis pengolahan sampah yang belum tuntas hingga saat ini.
“Kalau saya melihat ini strategis dan sangat perlu kita dukung karena ini menjawab persoalan pengolahan sampah yang sampai hari ini masih jadi problem,” kata Zulfikar di Jakarta, Jumat (10/4).
Politikus Partai Demokrat ini menambahkan bahwa PSEL tidak hanya membersihkan lingkungan, tetapi juga menciptakan sumber energi baru dari material yang selama ini dianggap sebagai beban.
“Dan juga bisa menjadi sumber energi sehingga sampah yang selama ini juga menjadi beban bisa dimanfaatkan untuk hal yang lebih bermanfaat,” tutur dia.
Zulfikar bercermin pada pengalamannya mengunjungi fasilitas serupa di Tokyo, Jepang.
Ia berharap Indonesia bisa mengadopsi ketegasan Jepang dalam menjaga standar kebersihan ampas pengolahan.
“Saya juga sudah sempat berkunjung ke tokyo dan melihat salah satu fasilitas pengolahan sampah menjadi energi dan kita perlu menerapkan apa yang mereka terapkan disana, limbah sangat dijaga, residu-residu (ampas, endapan atau sisa materi) dari sisa pengolahan juga dijaga sangat ketat sehingga tidak mengganggu warga sekitar,” imbuhnya.
Meski strategis, ia mengingatkan adanya tantangan teknis, terutama dalam hal pemilahan sampah di hulu yang saat ini masih tercampur.
“Mungkin yang menjadi kendala nantinya adalah pemilahan sampahnya karena disini kita sampah itu masih tercampur,” tegas Zulfikar.
Selain itu, ia mewanti-wanti pemerintah untuk memperhatikan dampak lingkungan dari sisa pembakaran, terutama jika lokasi proyek berada dekat dengan rumah penduduk.
“Residu dari pembakaran dan limbah dari sisa-sisa harus diperhatikan sehingga tidak menimbulkan masalah baru dikemudian hari apalagi jika lokasinya dekat dari pemukiman warga,” ujarnya. (dpi)