- Istimewa
Kolaborasi dengan Kementerian, Asosiasi Optimis Jadikan Industri Drone Bagian dari Transformasi Teknologi Nasional
Jakarta, tvOnenews.com - Asosiasi Sistem dan Teknologi Tanpa Awak (ASTTA) menggelar Musyawarah Anggota 2025 bertema “Konsolidasi dan Sinergi Menuju Industri Sistem dan Teknologi Tanpa Awak Indonesia yang Berkelanjutan”, Senin (27/10).
Dalam forum tahunan tersebut, para pelaku industri drone nasional saling memperkuat kolaborasi, memperjelas arah kebijakan, dan mempercepat transformasi menuju kemandirian teknologi dalam negeri.
Ketua Umum ASTTA periode 2022-2025, Dian Rusdiana Hakim mengatakan, hingga 2025, pihaknya telah menghimpun 22 badan usaha anggota.
Hal itu menandakan meningkatnya kepercayaan industri terhadap ASTTA sebagai wadah profesional.
Kepercayaan, lanjut Dian, juga menjadi bukti bahwa ekosistem drone nasional mulai matang.
"ASTTA berperan bukan hanya sebagai forum diskusi, tetapi juga rumah bersama untuk membangun standar industri dan tata kelola yang transparan," kata Dian Rusdiana Hakim.
Dian menegaskan bahwa tantangan industri sistem tanpa awak juga bersifat struktural.
Menurutnya, ASTTA harus memperkuat integrasi ruang udara rendah, memastikan standar keselamatan yang ketat, hingga meningkatkan TKDN secara realistis,
"Dan (Harus) menyiapkan talenta unggul yang siap bersaing," ujarnya.
Turut diketahui bahwa dalam forum tersebut, para peserta juga secara mufakat menetapkan Indra Permana Sophian sebagai Ketua Umum ASTTA yang baru.
Indra Permana Sophian menyampaikan salah satu fokus utama pihaknya, yakni akan memastikan keberlanjutan riset.
"Kita akan memperkuat fondasi yang telah dibangun. Fokus utama saya adalah memastikan keberlanjutan riset, kolaborasi lintas sektor, dan kemandirian rantai pasok dalam negeri agar industri drone Indonesia benar-benar siap bersaing di tingkat global," ujar Indra.
Sementara itu, Pendiri sekaligus Wakil Ketua ASTTA, Asha Wadya Saelan menilai kepemimpinan baru menjadi momentum strategis untuk mempercepat sinergi antara kebijakan dan industri.
Menurutnya, pemerintah harus memastikan regulasi ruang udara, sertifikasi, dan TKDN dijalankan secara adaptif, agar pelaku lokal bisa tumbuh tanpa kehilangan daya saing.
Ia berharap ASTTA di bawah kepemimpinan baru dapat menjadi katalis dalam membangun rantai pasok domestik.
"Kita harus membangun kemandirian industri melalui kolaborasi, bukan kompetisi yang memecah. ASTTA hadir untuk memastikan arah itu berjalan konsisten," kata Asha Wadya Saelan.