- Istimewa
Kisah Sansan, Pemuda Indonesia yang Bangun Karier dan Misi Sosial di Jepang
Jakarta, tvOnenews.com - Generasi muda Indonesia terus menunjukkan kiprahnya di kancah internasional dari dunia seni, pendidikan, hingga kewirausahaan yang berhasil mencatat prestasi membanggakan di luar negeri.
Di tengah tantangan adaptasi budaya dan persaingan global, tak sedikit yang tetap teguh mengejar mimpi dan berkontribusi positif bagi lingkungan sekitarnya.
Salah satu sosok inspiratif yang menonjol di Jepang adalah Royyuda Agusto Ompusunggu atau yang akrab disapa Sansan.
Pemuda asal Sumatera Utara ini membuktikan bahwa mimpi besar bisa dicapai dengan kerja keras, kreativitas, dan kepedulian sosial.
Sansan sosok generasi muda asal Sumatera Utara, semakin dikenal di Jepang lewat perannya sebagai model, pengajar bahasa Jepang, dan wirausaha sosial yang penuh inspirasi.
Namanya semakin dikenal setelah dipercaya menjadi Brand Ambassador untuk label fashion lokal Jepang, Isaio Hard Travel Wear.
Tak hanya di dunia fashion, wajahnya juga muncul dalam video klip band Indonesia, Repvblik yang melakukan syuting di Jepang.
Ia juga mendirikan komunitas belajar daring bernama Nande Nihon Id tempat di mana ia secara sukarela mengajar bahasa Jepang secara gratis kepada pemula terutama kalangan muda Indonesia yang ingin belajar dari awal.
“Saya percaya, berani mencoba hal baru bisa membentuk kita jadi pribadi yang kuat dan bijak,” ujar Sansan, Jakarta, Sabtu (17/5/2025).
Tak hanya berkontribusi di bidang pendidikan, Sansan juga menjalankan bisnis parfum bernama Ario Perfume.
Produk ini tidak hanya dijual sebagai parfum biasa, tetapi juga mengusung misi sosial mengingat sebagian dari hasil penjualannya akan disumbangkan untuk anak-anak panti asuhan dan masyarakat kurang mampu.
“Ilmu dan pengalaman itu penting, bukan hanya untuk diri sendiri tapi agar kita bisa bermanfaat untuk orang lain,” katanya.
Sansan juga tercatat pernah meraih gelar Putra Persahabatan Sumatera Utara 2021 dan menjadi Runner Up Duta Pemuda Sumatera Utara 2022.
Saat ini, ia menetap di Jepang untuk melanjutkan pendidikan sekaligus memperluas pengaruh positif melalui karya-karyanya.
“Jangan takut mencoba. Ilmu bisa datang dari mana saja, bahkan dari hal yang awalnya bukan passion kita. Hidup ini cuma sekali sayang kalau tidak diisi dengan sesuatu yang bermakna,” ucap Sansan. (raa)