- IST
Tradisi Budaya Sedekah Laut Kertojayan Disaksikan Ribuan Warga
Pada saat dilakukan larungan memang kondisi laut sedang memiliki gelombang yang cukup besar. umumnya saat larungan, ada beberapa kapal yang menemani perahu yang berisikan uba rampe. yang sebelumnya dibawa ke tengah lautan dahulu setelah itu kembali lagi ke pinggir pantai.
Ribuan pengunjung pun tumpah ruah membanjiri pantai genjik kertojayan. setelah menunggu ritual usai, mereka pun langsung menyerbu perahu pembawa aneka makanan tradisional desa, termasuk hasil bumi yang mulai menepi ke pinggir pantai. warga pun berlarian menghampiri perahu untuk saling berebut makanan yang tersisa diiringi sorak sorai pengunjung lain.
Salah satu pengunjung, Ratih (23), yang datang bersama teman-temannya mengaku baru sekali datang di acara larung, dan sudah tak sabar ikut ngalap berkah. ia pun bersama teman-teman berdesakan dengan pengunjung lain menunggu moment tradisi menyerbu perahu yang menepi dan berhasil mendapatkan buah serta makanan kecil yang di percaya untuk mengalah berkah dan memohon agar rezekinya semakin lancar.
"saya datang dari desa bener, ada slametan, pengen aja kesini, pertama kali datang diacara ini, ada rebutan sesaji biasanya. datang bersama teman-teman" ucap Ratih.
Kepala Dinporapar Stefanus Aan selaku pemangku wilayah pariwisata di purworejo ini menjelaskan bahwa pantai kertojayan dalam tradisi larung memang yang diselenggarakan tiap tahun sebagai wujud uri-uri kabudayan, tradisi masyarakat laut untuk mensyukuri nikmat alam yang telah diberikan.
"Hari ini adalah kegiatan sedekah laut, dipantai kertojayan yang sudah diselenggarakan tiap tahun, itu sebagai wujud kita uri-uri kabudayan, tradisi masyarakat laut untuk mensyukuri nikmat apa yang telah diberikan oleh tuhan yang maha esa, untuk tradisi laut nanti sudah kita siapkan pentas kesenian rakyat, kemudian ada prosesi larungan yang berupa kepala kambing kendit dengan di padukan oleh beberapa sesaji untuk bersama-sama dengan masyarakat kita larung kelaut," terangnya (esa/ebs)