Gunung Lewotobi Laki-laki di NTT kembali erupsi dini hari, Jumat (10/10/2025). Dalam sepekan terakhir, gunung ini sudah meletus 11 kali dan masih berstatus Siaga.
Gunung Lewotobi Laki-laki meletus lima kali semalam, lava mengalir hingga 4 km, status Awas, warga diminta menjauh dari radius 7 km, langit Flores Timur gelap oleh abu.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan tidak ada debu vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki yang menyebar di wilayah udara Pulau Bali.Â
Kabar baru aktivitas vulkanik di puncak Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur NTT di periode 16 hingga 22 September 2024.
Kepala Kantor UPBU Kelas II Bandara Frans Seda Maumere Partahian Panjaitan mengatakan penerbangan dari Kupang ke Maumere oleh dua maskapai dibatalkan hari ini.
PVMBG mencatat telag terjadi tiga kali erupsi di Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu (1/6/2024) pagi hari ini
Rekomendasi tersebut dikeluarkan atas dasar evaluasi pasca erupsi 9 Januari 2024 yang disertai awan panas yang mengarah ke timur laut sejauh kurang lebih 2.000 meter dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.
Sebanyak 5.400 warga di lereng Gunung Lewotobi ngungsi sementara waktu. Dari jumlah tersebut, terdapat kelompok prioritas, seperti anak-anak hingga lansia.
Menurut Katarina Seda, saat ini air bersih sangat dibutuhkan para pengungsi agar kebutuhan air untuk untuk mandi, cuci dan Mck bisa berjalan dengan baik dan kesehatan lingkungan juga tidak terganggu.
Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman.
John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.