Enam orang pengungsi dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang, karena harus mendaptkan perawatan medis. Diduga alami sejumlah keluhan penyakit
Sebagian pasien korban gempa di RSUD Cimacan memilih untuk bertahan di rumah sakit. Mereka khawatir terjadi gempa susulan di kampungnya dan bingung karena rumah tinggal mereka sudah hancur.
Dua jenazah yang tertimbun tanah akibat gempa dan longsor Cianjur ditemukan hari ini, Jumat (25/11/2022). Dua jenazah itu langsung dievakuasi ke ambulans untuk diidentifikasi di RSUD Sayang, Cianjur
Menteri Pertahanan Republik Indonesia Prabowo Subianto turun langsung tinjau korban bencana gempa Cianjur di RSUD Sayang dan tenda pengungsi, Kamis (24/11/2022)
Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla menyambangi para korban gempa bumi di Kabupaten Cianjur yang mengungsi di RSUD Sayang, Cianjur, Jawa Barat pada Rabu (23/11/2022).
Laju mobil yang membawa rombongan Menteri Sosial Tri Rismaharini berhenti di depan kompleks niaga di Desa Sukamanah, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur.
Saat mengunjungi RSUD Cianjur, Menkes memantau masih kurangnya kebutuhan dokter bedan dan ortopedi. Oleh karena itu pihaknya mendatangkan dokter dari RS Hasanuddin dan RSHS Bandung.
"Tim akan dibagi menjadi 4 sektor pencarian yaitu Sektor 1 KP. Cugenang RT 02, Sektor 2 KP. Rawa Cina Desa Nagrak, Â Sektor 3 KP. Salakawung Desa Sarampat, Sektor 4 Warung Sate Sinta,"
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan pihaknya mempersiapkan tim psikologi untuk korban anak-anak di lokasi gempa darat di Cianjur, Jawa Barat.
Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman.
John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.