Kementerian Kesehatan menargetkan sekitar 230 kabupaten dan kota di Indonesia dapat melakukan uji coba penerapan nyamuk Wolbachia dalam kurun waktu lima tahun ke depan, sebagai upaya mengurangi penyebaran demam berdarah dengue (DBD).
Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah memakai cara penyebaran nyamuk dengan bakteri wolbachia untuk menekan kasus Demam Berdarah Dengeu (DBD) di Indonesia.
Kemenkes menilai bahwa tidak ada hubungan antara penyebaran nyamuk ber-wolbachia dan tingkat keganasan nyamuk Aedes aegypti, penyebab demam berdarah (DBD).
LSM)di Bandung Raya mendatangi gedung DPRD Jawa Barat di jalan Diponegoro, Kota Bandung pada Senin (18/12/2023). Nereka menolak penyebaran nyamuk Wolbachia.
Keberadaan nyamuk Aedes Aegypti menjadi permasalahan saat musim penghujan tiba. Nyamuk tersebut bisa membawa virus dengue yang berkaitan dengan penyakit DB.
Pihak yang berwenang diminta agar segera menyita semua telur nyamuk yang mengandung Wolbachia untuk dimusnahkan agar masyarakat Bali dapat hidup dengan tenang, tentram dan damai.Â
Memasuki musim penghujan masyarakat diminta untuk selalu waspada, dan mengurangi adanya genangan air di sekitar rumah yang dapat menjadi sarang tumbuh kembang nyamuk.
Massa dari Majeslis Penderitaan Rakyat menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Kemenkes, Jakarta pada Selasa (28/11/2023). Dalam aksinya, massa menolak
Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta memastikan gigitan nyamuk aedes aegypti dengan kandungan bakteri wolbachia tak berbahaya bagi manusia dan ramah lingkungan
Untuk diketahui pemerintah mengumumkan hasil sidang Isbat 1 Syawal 1447 Hijriah usai azan salat Isya atau hampir pukul 20.00 WIB. Ihwal waktu yang dinilai