Surplus Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) 7,2 miliar dolar AS itu mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar surplus 6,3 miliar dolar AS.Â
Stabilitas ketahanan eksternal Indonesia hingga saat ini tetap terjaga di tengah berbagai dinamika risiko global yang tengah terjadi, yang salah satunya ditunjukkan oleh capaian surplus pada neraca transaksi ekonomi internasional Indonesia.
Bank Indonesia mengungkapkan bahwa neraca pembayaran Indonesia triwulan III-2024 mengalami surplus hingga bisa menjaga ketahanan sektor eksternal di negara ini.
Berdasarkan Ringkasan Laporan Neraca Pembayaran Indonesia Realisasi Triwulan II 2024, defisit NPI tercatat jauh lebih rendah 90% dibandingkan kuartal I 2024.
Untuk keempat kalinya, Indonesia kembali mencatat defisit transaksi berjalan (current account deficit) pada kwartal I-2024 lalu sebesar 2,2 miliar dolar AS.Â
Bank Indonesia (BI) mencatat Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) surplus 2,4 miliar dolar AS (US$ 2,4 miliar) pada kuartal II 2022, yang menopang terjaganya ketahanan eksternal.
Neraca pembayaran Indonesia (NPI) pada 2021 dalam posisi yang kuat di tengah tekanan global akibat eskalasi pandemi, serta gejolak pengurangan stimulus moneter yang dilakukan bank sentral (tapering off).