Setelah memutuskan untuk mengakhiri kontrak dengan Manisa BBSK, kini masa depan Megawati Hangestri pun mulai menjadi perbincangan yang hangat di dunia voli Indonesia.
Timnas Voli Putri Indonesia yang diperkuat oleh Megawati Hangestri dan kawan-kawan mendapatkan kabar baik usai salah satu rival beratnya akan absen di SEA Games 2025.
Setelah putus kontrak dengan Manisa BBSK, Megawati Hangestri akhirnya kembali beraktivitas dan kini memilih fokus berlatih bersama Timnas Voli Putri Indonesia sebagai persiapan menuju SEA Games 2025.
Manisa BBSK mulai merasakan imbas setelah putus kontrak Megawati Hangestri, di mana klub kasta kedua Liga Voli Turki itu tak lagi mendapatkan perhatian volimania Indonesia sehingga perlahan kehilangan popularitas
Megawati Hangestri mendapat panggilan untuk membela Timnas Voli Putri Indonesia pada gelaran SEA Games 2025 yang akan berlangsung pada bulan Desember mendatang.
Bintang Voli Indonesia, Megawati Hangestri, kemungkinan besar akan menjalani debutnya dengan Manisa BBSK di Liga Voli Turki Kasta Kedua 2025/2026 dalam waktu dekat.
Ia ditetapkan sebagai salah satu tersangka utama kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait importasi barang kualitas rendah (KW) yang masuk ke Indonesia tanpa pemeriksaan fisik.
Kasus ini bermula ketika PT Blueray Cargo yang dipimpin John Field diduga berupaya agar barang impornya masuk melalui jalur hijau, yakni jalur pengeluaran barang tanpa pemeriksaan fisik.
Rizal menjabat sebagai Direktur di Bea Cukai pada 2024 hingga Januari 2026. Sebelumnya, dia menduduki posisi sebagai Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam.
Kasus dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan bermula dari PT Blueray Cargo (BR) menginginkan barang impor KW (tiruan) ilegal tidak dicek saat masuk ke Indonesia.