Kepergian Megawati setelah leg kelima final musim lalu seakan meninggalkan lubang besar yang belum tertutup di tubuh Red Sparks. Skuad Ko Hee-jin kini justru
Red Sparks musim ini bukan lagi tim tangguh yang disegani usai ditinggal pemain kunci, salah satunya Megawati Hangestri. Tanpa pembenahan menyeluruh baik dari
Megawati Hangestri terpilih berkat kiprahnya yang mengharumkan nama Indonesia di level internasional, khususnya aat membela Daejeon JungKwanJang Red Sparks di Liga Voli Korea.
Megawati Hangestri menjadi satu-satunya pemain yang menembus angka 100 poin hingga seri kedua Proliga 2026, termasuk torehan 34 poin saat Electric PLN menang dramatis
Megawati Hangestri secara terbuka mengakui adanya beban besar saat kembali memperkuat Jakarta Pertamina Enduro. Pada Proliga musim 2026 mempertahankan gelar
Megawati Hangestri  berpeluang kembali tampil di Liga Voli Korea melalui mekanisme draf pemain asing Asia. Media Korea Selatan, Yonhap, mengungkap sinyal kuat
Isyarat comeback Megawati Hangestri ke Red Sparks? Begini fakta dan tanggapan klub Korea Selatan. Dalam pernyataan resmi klub, kedua pihak sepakat untuk
Megawati Hangestri hengkang dari klub Manisa BBSK Turki sebelum debut, Ternyata sudah ambil posisi ini di Indonesia? Keputusan Megatron memperlihatkan sisi lain
Muncul fakta Megawati Hangestri kini juga tercatat sebagai karyawan aktif Bank Jatim. Apakah keputusan hengkang dari Manisa BBSK berkaitan dengan status baru?
PSIM Yogyakarta tidak bisa berbuat banyak saat menghadapi Persijap Jepara pada pekan ke-25 Super League di Stadion Sultan Agung, Bantul, Rabu (11/3/2026).
Nasib pilu dialami siswa Kelas XII SMK IDN Boarding School di Kabupaten Bogor menjadi sorotan. Pemerintah Provinsi Jawa Barat mencabut izin pendirian sekolah
Babak playoff Liga Voli Korea 2025/2026 semakin dekat, Pink Spiders dan GS Caltex bersiap bertarung di fase selanjutnya. namun Daejeon Red Sparks gagal lolos?
Kronologi izin SMK IDN Boarding School Bogor dicabut Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Simak alasan, polemik legalitas sekolah, dan nasib ratusan siswa terdampak.
Wali murid SMK IDN Bogor menagih kepastian nasib anak-anak mereka, pascapencabutan izin operasional sekolah oleh Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi (KDM).