Bea Cukai telah melakukan penindakan 2.142 kasus pelanggaran kepabeanan selama 2024, terdiri dari pelanggaran impor sebanyak 2.048 kasus dan 94 terkait ekspor
Lebih dari satu dekade lalu, kinerja logistik nasional Indonesia dinilai belum berjalan dengan optimal karena besaran biaya logistiknya yang tinggi. Data World Bank pada 2013 mencatat biaya logistik nasional Indonesia mencapai 24%, jauh melebihi negara-negara di kawasan Asia Tenggara.Â
Sri Mulyani menyampaikan, penerimaan kepabeanan dan cukai yang masuk ke APBN per April 2024, mencapai Rp95,7 triliun, tumbuh 1,3 persen secara tahunan (yoy).
Direktur Penerimaan dan Perencanaan Strategis DJBC, Mohammad Aflah mengungkap target penerimaan negara lewat kepabeanan dan cukai tak mencapai target tahun 2023
Kejaksaan Agung (Kejagung) mulai mengungkap kasus dugaan korupsi terkait pengelolaan usaha komoditi emas periode 2010-2022. Penyidik kini mendalami keterlibatan PT Untung Bersama Sejahtera (UBS) dan PT Indah Golden Signature (IGS) terkait manipulasi Harmonized System atau kode HS untuk ekspor impor emas demi menghindari pajak.
Sejumlah barang diduga ilegal yang diselundupkan dari negara Thailand, diamankan petugas Bea Cukai Langsa, Provinsi Aceh di Kecamatan Langsa Baroe. Diantaranya, terdapat Kambing, Bibit Kelengkeng, dan Teh Hijau.
Dua isu itu tindak lanjut dari penerapan High Level Principles (HLP) pemberantasan korupsi di kepabeanan tahun 2017 dan HLP pemberantasan korupsi bidang olahraga tahun 2021,â kata Perwakilan KPK Miranti Martin.
Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman.
John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.