Meski tak ada korban jiwa maupun luka dalam aksi tawuran, namun sejumlah pengguna jalan resah dan tidak berani melintas lantaran khawatir menjadi sasaran.
Didi sempat buron selama 14 hari pasca menganiaya kekasihnya, Andi Marhani, janda cantik yang juga guru sekaligus Kepala TK Negeri Pertiwi Pullauweng, Bantaeng.
Andi Marhani merupakan seorang guru sekaligus Kepala Taman Kanak-kanak (TK) Negeri Pertiwi Pullauweng, Bantaeng meninggal dunia tiga hari pasca penganiayaan.