BMKG mengabarkan ada peringatan dini cuaca hari ini, Kamis, 30 Oktober 2025 untuk daerah Jawa Tengah, Jawa Timur hingga Yoygkarta potensi dilanda hujan lebat.
Pada pekan akhir Oktober, telah memprediksi sejumlah wilayah Indonesia akan mulai memasuki musim hujan, terutama di bagian selatan ekuator seperti Jawa
Imbauan tersebut sesuai dengan prakiraan cuaca BMKG Yogyakarta yang dirilis pada 24 September, bahwa prediksi awal musim hujan di DIY termasuk Kabupaten Bantul.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang mengatakan terdapat gangguan atmosfer yang mengakibatkan peningkatan potensi terjadinya cuaca ekstrem.
Prakiraan cuaca di sejumlah wilayah di Jawa Tengah diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Pantura Jawa Tengah seperti dari Rembang hingga Slawi.
BMKG juga mencatat, di Solo kecepatan angin rata-rata berkisar 3-25 km/jam bertiup dari arah timur ke barat daya. Suhu udara berkisar 25-33 derajat celsius.
Curah hujan bulan ini dalam kriteria rendah atau kurang dari 50 milimeter per dasarian. Hal itu diketahui berdasarkan analisis dan prakiraan cuaca oleh BMKG.
Berdasarkan dinamika atmosfer yang terjadi saat ini, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi hingga hari Jumat (12/5/2023) mulai berkurang.
Potensi gelombang tinggi di laut selatan Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DIY terjadi pada 12-13 April 2023. Hal itu merupakan dampak adanya Siklon Tropis Ilsa.
BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang merilis prospek cuaca di Jawa Tengah hari ini. Diprakirakan sejumlah wilayah di Jawa Tengah akan diguyur hujan..
Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman.
John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.