Aktivitas vulkanik Gunung Merapi kembali menunjukkan peningkatan dengan terjadinya dua kali kejadian awan panas guguran (APG) pada Minggu siang, (2/11). Meskipun demikian, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) telah memastikan bahwa status aktivitas Gunung Merapi tetap berada pada level SIAGA (Level III).
Kepala BPPTKG Yogyakarta, Agus Budi Santoso menyebutkan pada periode ini cuaca di kawasan Gunung Merapi terpantau cerah dan berawan. Angin juga bertiup tenang.
Berdasarkan pengamatan pada pagi hingga siang, BPPTKG Yogyakarta menyebut cuaca di kawasan Gunung Merapi mendung. Sementara angin bertiup tenang ke arah timur.
Awan panas Gunung Merapi kembali meluncur pada Minggu (21/1/2024). Peristiwa ini diindikasikan sebagai erupsi eksplosif atau diklasifikasikan menjadi letusan.
Gunung Merapi mengeluarkan awan panas guguran pada Minggu (21/1/2024) siang. Jarak luncur awan panas guguran maksimal 2 kilometer ke arah timur sampai tenggara.Â
Dari pengamatan BPPTKG menunjukkan aktivitas erupsi Gunung Merapi masih cukup intens. Dalam periode 10-16 November 2023, Merapi melontarkan 69 Guguran Lava.
Tingkat aktivitas Gunung Merapi masih ditetapkan pada level III (siaga). BPPTKG Yogyakarta merekomendasikan potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas.
Gunung Semeru (3.676 Mdpl) di Kabupaten Lumajang, dilaporkan kembali mengalami erupsi pada Rabu (8/11) siang. Untuk itu, warga sekitar diimbau untuk waspada.
Setelah terkubur material awan panas guguran Gunung Semeru hampir tiga tahun lamanya, sebuah alat berat jenis wheel loader berhasil ditemukan penambang pasir.
Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman.
John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.