PSSI bisa mempertimbangkan serius untuk menaturalisasi empat kiper diaspora ini pada masa depan usai Emil Audero dan Maarten Paes terancam absen bersama Timnas Indonesia di ronde 4.
Proses naturalisasi Emil Audero tak kunjung menemui kejelasan, Timnas Indonesia dirasa bisa mempertimbangkan kiper Jerman keturunan Bali ini untuk skuad Garuda.
Walau Maarten Paes masih untuk bergabung dengan Timnas Indonesia, masih ada tiga kiper keturunan yang bisa menjadi opsi penggantinya. Siapa saja sosoknya, simak
Shin Tae-yong bisa mulai melupakan Maarten Paes dan melirik kiper Bundesliga jelang pertandingan Timnas Indonesia di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026
Shin Tae-yong bisa meminta kepada PSSI menaturalisasi Daniel Klein yang bermain di Bundesliga sambil menunggu kejelasan Maarten Paes bermain di Timnas Indonesia
Jika Maarten Paes tak bisa tampil bagi Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026, PSSI bisa membujuk kiper kelas Eropa ini untuk gabung ke skuad STY.
Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, bisa memanggil tiga penjaga gawang abroad ini saat Maarten Paes gagal membela skuad Garuda di September mendatang.
Di tengah nasib Maarten Paes yang belum tentu perkuat Timnas Indonesia atau tidak, PSSI mungkin bisa melirik tiga kiper keturunan di Eropa ini sebagai opsi.
Inilah deretan para pemain hebat punya darah Indonesia, tapi mereka tak sudi bela Timnas Indonesia dan malah memilih negara lain. Siapa saja mereka? Ini dia..
Andai tidak menolak panggilan Timnas Indonesia, para pemain keturunan Eropa berikut mungkin bisa jadi bagian saat Garuda Muda cetak sejarah di Piala Asia U-23.
Timnas Indonesia dikabarkan tengah mencari pemain keturunan di Eropa dan tiga pemain dengan kualitas bintang ini membuka peluang untuk tampil bagi skuad Garuda.
Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman.
John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.