Hujan deras di wilayah Kabupaten Banyumas, Jumat (18/11/2022) malam menyebabkan bencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah. Terparah, banjir terjadi di dua kecamatan, yakni Kecamatan Pekuncen dan Gumelar.
Hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi sekitar tiga jam membuat banjir bandang di Sungai Arus di Desa Pekuncen, Kecamatan Pekuncen, Banyumas Jawa Tengah.
Banjir di Banyumas bagian selatan merusak tanaman padi. Luas sawah yang terendam dan terancam gagal panen adalah 995 hektar yang berada di tiga kecamatan.
Lebih dari sepekan banjir Kabupaten Banyumas, masih ada 844 warga bertahan di pengungsian. Hujan intensitas tinggi masih terjadi, membuat rumah mereka terendam.
Hujan deras yang menggguyur di Kabupaten Banyumas Jumat (18/3/2022) dinihari menyebabkan sebuah jembatan antar desa terputus. 35 rumah juga terendam lumpur.Â
Banjir parah di wilayah Jawa Tengah bagian selatan disebabkan tanggul dua sungai di perbatasan Kabupaten Kebumen dan Banyumas jebol. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyatakan, pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) sudah turun tangan.
Banjir melanda sejumlah wilayah di Banyumas, Jawa Tengah. Bupati Banyumas, Achmad Husein menyebut lokasi terdampak parah karena berada di daerah cekungan.
Hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan banjir dan tanah longsor. PT KAI Daop 5 Purwokerto menyebut ada sembilan titik rawan bencana di sepanjang jalur KA.
Data dari Pemkab Banyumas, ada tujuh desa paling parah terdampak banjir akibat hujan deras sejak Senin (14/3/2022) siang hingga Selasa (15/3/2022) pagi.
Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman.
John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.