Staf Khusus Menteri Agama (Menag) Bidang Kerukunan dan Layanan Keagamaan, Gugun Gumilar turut hadir dalam Kebaktian Raya Tahun baru 2026 di Bandung, Selasa.
Ustaz Abdul Somad (UAS) berpendapat hukum merayakan Tahun Baru 2026 untuk agama Islam masih boleh, selagi tidak mengikuti ritual keagamaan dan budaya umat lain.
KH Yahya Zainul Ma'arif atau Buya Yahya menjelaskan hukum orang Islam merayakan Tahun Baru 2026. Tradisi pesta hingga meniup terompet bukan tradisi agama Islam.
Menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Kementerian Agama (Kemenag) menggerakkan program bersih-bersih rumah ibadah lintas iman secara serentak di berbagai wilayah Indonesia.Â
Buya Yahya menjelaskan hukum umat Muslim Tionghoa merayakan Tahun Baru Imlek 2025 berkaca dari dr Richard Lee yang diduga mualaf menyemarakkan bersama keluarga.
Menteri Agama Prof. Nasaruddin Umar menyampaikan harapan betapa pentingnya toleransi dan peradaban dunia bagi Indonesia dalam rangka menuju 5 Abad Jakarta.
Menteri Agama (Menag) RI Prof. Nasaruddin Umar mengajak umat Islam di Masjid Istiqlal sujud syukur pada peringatan penyambutan bulan Rajab dan Tahun Baru 2025.
Pendakwah KH Yahya Zainul Ma'arif alias Buya Yahya memberikan sindiran keras untuk umat Muslim di Indonesia yang menyemarakkan perayaan Tahun Baru Masehi 2025.
Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Tgk Faisal Ali menyerukan agar masyarakat Aceh isi kegiatan keagamaan saat perayaan Tahun Baru Masehi 2025.
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengajak umat membangun sikap tepo seliro atau tenggang rasa melalui moderasi beragama pada momen Natal dan Tahun Baru 2024.
Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman.
John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.