Ducati Kerepotan Hadapi Aprilia, Dall Igna Minta Timnya Putar Otak untuk Kembali ke Persaingan Podium
- Ducati Corse
Jakarta, tvOnenews.com - General Manager Ducati Corse, Gigi Dall’Igna, mengakui performa timnya di MotoGP Amerika Serikat menjadi peringatan keras setelah gagal meraih podium pada balapan utama.
Meski Fabio di Giannantonio berhasil merebut pole position dan Francesco Bagnaia sempat memimpin Sprint Race, tidak ada satu pun pembalap Ducati yang finis di tiga besar pada balapan utama.
- Reuters
Hasil tersebut menjadi pukulan telak, mengingat Ducati sebelumnya mencatat rekor 88 balapan beruntun dengan setidaknya satu pembalap naik podium sejak MotoGP Aragon 2021 hingga MotoGP Valencia 2025.
Dall’Igna menegaskan bahwa timnya tidak mencari alasan, meski balapan diwarnai insiden dan penalti, termasuk yang dialami Marc Marquez.
“Ini adalah balapan yang mencerminkan kondisi sebenarnya di lintasan. Kami harus menafsirkannya dengan sangat hati-hati,” tulis Dall’Igna.
"Jeda balapan harus kami manfaatkan untuk melakukan evaluasi pada banyak hal," lanjut Dall Igna.
Ia menambahkan bahwa Ducati perlu segera meningkatkan performa motor agar para pembalap dapat tampil maksimal, terutama di tengah meningkatnya daya saing rival.
MotoGP kini memasuki jeda satu bulan sebelum seri Eropa dimulai di MotoGP Spanyol di Jerez, yang akan dimanfaatkan tim untuk pengembangan motor.
Sementara itu pada klasemen sementara MotoGP 2026, tidak ada satu pun pembalap Ducati di posisi tiga besar.
Puncak klasemen dikuasai duet Aprilia yakni Marco Bezzecchi dan Jorge Martin yang menghuni urutan satu-dua.
Sementara pembalap Ducati dengan peringkat terbaik saat ini adalah Fabio Di Giannantonio (VR46 Racing) yang menempati posisi keempat atau satu strip di atas Marc Marquez dari tim pabrikan.
Load more