News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bos Mercedes Ikut Heran Max Verstappen Gagal Finis di F1 GP China 2026: Masalahnya Ada Pada..

Toto Wolff ikut menyoroti Max Verstappen yang gagal finis di F1 GP China 2026 karena masalah teknis pada mobil balapnya.
Senin, 16 Maret 2026 - 17:00 WIB
Max Verstappen gagal finis di F1 GP China 2026 karena masalah teknis pada mobil Red Bull
Sumber :
  • Reuters

Jakarta, tvOnenews.com - Bos tim Mercedes AMG Petronas Formula One Team, Toto Wolff, ikut menyoroti Max Verstappen yang gagal finis di F1 GP China 2026 karena masalah teknis pada mobil balapnya.

Wolff menilai keluhan keras Max Verstappen terhadap regulasi baru Formula One musim 2026 kemungkinan besar dipicu oleh performa mobil Red Bull Racing yang dinilainya sangat bermasalah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Max Verstappen gagal finis di F1 GP China 2026
Max Verstappen gagal finis di F1 GP China 2026
Sumber :
  • Reuters

Seperti diketahui, sebelumnya Verstappen kembali melontarkan kritik keras terhadap mobil F1 generasi 2026. 

Juara dunia empat kali itu bahkan menyebut orang yang menikmati balapan dengan mobil baru tersebut bukanlah penggemar sejati Formula 1.

Pernyataan tersebut muncul setelah Red Bull mengalami awal musim yang kurang meyakinkan, termasuk hasil kurang memuaskan pada seri di China.

Mercedes dan Scuderia Ferrari sendiri termasuk tim yang cukup vokal mendukung regulasi baru, apalagi kedua tim tersebut sejauh ini mendominasi podium pada awal musim 2026.

Namun Wolff menilai masalah pada mobil Red Bull membuat Verstappen semakin frustrasi terhadap aturan baru.

“Saya pikir Max sedang berada dalam situasi yang mengerikan,” kata Wolff kepada media di Shanghai.

“Kalau Anda melihat tayangan onboard saat kualifikasi kemarin, mobilnya terlihat sangat sulit dikendalikan, dan itu terlihat jelas.”

Kimi Antonelli finis terdepan di F1 GP China 2026
Kimi Antonelli finis terdepan di F1 GP China 2026
Sumber :
  • Reuters

Meski begitu, Wolff menegaskan kondisi tersebut tidak dialami oleh sebagian besar tim lainnya di grid.

“Namun tidak demikian dengan banyak tim lain. Dari sisi hiburan, menurut saya dengan apa yang kita lihat hari ini antara Ferrari dan Mercedes, itu adalah balapan yang bagus, dengan banyak aksi salip-menyalip,” ujarnya.

Wolff juga menilai bahwa sebagian pihak terkadang terlalu bernostalgia dengan masa lalu Formula 1.

“Kita semua pernah mengalami masa di Formula 1 ketika tidak ada aksi salip-menyalip sama sekali, dan kadang kita terlalu bernostalgia dengan masa-masa lama,” katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurutnya, balapan saat ini justru cukup menarik, termasuk persaingan di barisan tengah.

“Saya pikir produknya bagus. Kita juga melihat banyak pertarungan seru di midfield.”

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT