Charles Leclerc Terang-terangan Sebut Strategi Ferrari Terlalu Berisiko di F1 GP Australia 2026, Kenapa?
- Instagram/Charles Leclerc
Jakarta, tvOnenews.com - Pembalap Scuderia Ferrari, Charles Leclerc, menyoroti strategi timnya yang dinilai berisiko pada balapan pembuka F1 GP Australia 2026.
Keputusan Ferrari untuk tetap berada di lintasan saat fase Virtual Safety Car (VSC) dinilai menjadi salah satu faktor yang membuat tim asal Maranello tersebut gagal menantang kemenangan.

- Reuters
Balapan yang berlangsung di Melbourne Grand Prix Circuit, Minggu, akhirnya dimenangi pembalap Mercedes-AMG Petronas Formula One Team, George Russell, yang memimpin finis satu-dua bagi timnya bersama rekan setimnya Andrea Kimi Antonelli.
Leclerc sebenarnya sempat membuka peluang bagi Ferrari setelah melakukan start impresif dari posisi keempat.
Ia langsung melesat ke depan dan bahkan memimpin balapan, serta terlibat duel ketat dengan Russell pada 10 lap awal lomba.
Namun situasi berubah ketika strategi tim mulai memainkan peran. Ferrari memilih tidak masuk pit saat VSC pertama muncul, sementara Mercedes memanfaatkan momen tersebut untuk melakukan pit stop dengan waktu yang lebih efisien.
Keputusan itu akhirnya memberi keuntungan besar bagi Mercedes dalam mengontrol jalannya balapan.
Leclerc yang kemudian finis di posisi ketiga, tepat di depan rekan setimnya Lewis Hamilton, mengakui bahwa strategi tersebut memang berisiko dan pada akhirnya tidak berjalan sesuai harapan.
“Saya tidak berpikir begitu, tetapi mungkin saya salah,” kata Leclerc ketika ditanya apakah Ferrari bisa menantang kemenangan tanpa adanya VSC.
“Sepertinya Mercedes mungkin memiliki sedikit kecepatan lebih dibanding kami hari ini, meskipun mungkin tidak sebesar yang terlihat kemarin, jadi itu hal yang baik. Tetapi saya rasa kami tidak bisa memenangkan balapan.”
Meski demikian, pembalap asal Monako itu menegaskan keputusan strategi Ferrari sebenarnya diambil secara sadar oleh tim.
“Saya tidak menyesalinya. Itu adalah keputusan yang memang kami inginkan, keputusan yang disengaja dan disadari,” ujarnya.
Menurut Leclerc, tim telah memperhitungkan kemungkinan munculnya lebih dari satu VSC berdasarkan pengalaman sejak sesi latihan bebas.
“Melihat dari FP1 sampai sekarang, di setiap sesi selalu ada mobil yang berhenti, setidaknya satu mobil. Kami tahu kemungkinan besar ini bukan satu-satunya VSC dalam balapan, jadi kami berpikir mungkin lebih baik menunggu yang berikutnya.”
Namun perjudian strategi tersebut tidak sepenuhnya berpihak pada Ferrari. Leclerc mengatakan timnya sempat memiliki peluang memanfaatkan VSC lain, tetapi situasinya tidak memungkinkan.
“Ini tentu saja sebuah perjudian. Kami tidak tahu apakah itu akan terjadi. Faktanya memang ada VSC lain setelah itu, dan salah satunya sebenarnya cukup ideal, tetapi sayangnya untuk kami pintu masuk pit saat itu tertutup sehingga kami tidak bisa memanfaatkannya.”
“Kami sedikit kurang beruntung dalam hal itu, tetapi sekali lagi itu adalah keputusan yang kami sadari dan saya tidak benar-benar menyesalinya," tukas rekan satu tim Lewis Hamilton tersebut.
(aes)
Load more