Masih Sulit Adaptasi di Sirkuit Buriram, Francesco Bagnaia Akui Pedro Acosta Tampil Kuat karena KTM Lebih Siap
- Facebook/MotoGP
Jakarta, tvOnenews.com - Pembalap Ducati, Francesco Bagnaia, mengawali MotoGP 2026 dengan hasil yang belum memuaskan.
Start dari posisi ke-13, ia hanya mampu finis di peringkat kesembilan pada sprint race MotoGP Thailand di Sirkuit Buriram, Sabtu (28/2/2026).

- Facebook/MotoGP
Sekilas, awal musim ini terasa mirip dengan musim lalu yang penuh frustrasi.
Padahal, dalam tes pramusim, motor Ducati terbaru menunjukkan performa yang lebih cocok untuk juara dunia MotoGP dua kali tersebut dibandingkan motor musim sebelumnya.
Meski demikian, Bagnaia menolak larut dalam kekecewaan. Ia tampil tenang saat menghadapi media usai sprint race.
“Kalau saya lihat, selain sprint terakhir di Malaysia, saya sudah mengumpulkan lebih banyak poin hanya dalam satu balapan tahun ini dibandingkan lima balapan terakhir musim lalu digabungkan,” ujar Bagnaia.
Pembalap pabrikan Ducati itu meraih satu poin dari hasil finis kesembilan. Ia pun memilih fokus pada hal positif.
“Tahun ini saya ingin lebih fokus pada hal-hal positif, bukan seperti tahun lalu yang terlalu melihat sisi negatif,” tambahnya.
Pembalap asal Turin berusia 29 tahun itu menilai kegagalannya menerjemahkan performa apik pramusim menjadi hasil maksimal di Buriram disebabkan kondisi lintasan yang berbeda.
“Selama tes, lintasan menawarkan grip yang lebih baik, yang bisa saya manfaatkan dengan lebih optimal. Akhir pekan ini saya masih kesulitan dengan kondisinya,” jelasnya.
Menurutnya, kemampuan beradaptasi dengan kondisi saat ini menjadi kunci keberhasilan. Hal itu pula yang membuatnya tertinggal dari rombongan depan sejak awal pekan balap di Thailand.
Ia mencontohkan kemenangan sprint yang diraih Pedro Acosta bersama KTM sebagai bukti adaptasi yang lebih baik.
“Kondisinya berubah dibandingkan pekan lalu. Pedro dan tim KTM melakukan pekerjaan yang lebih baik dalam beradaptasi,” kata Bagnaia.
Bagi Acosta dan tim KTM, hasil tersebut menjadi lompatan besar dari papan tengah langsung ke podium teratas.
Sementara itu, Bagnaia merasa masih memiliki pekerjaan rumah, terutama dalam satu putaran cepat saat kualifikasi.
“Saya masih punya masalah saat masuk tikungan dalam flying lap, tetapi begitu saya berada di tengah beberapa pembalap lain, situasinya berubah. Saat balapan terasa lebih mudah,” ujarnya.
Load more