News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

MotoGP 2026: Mesin Dibekukan, Aprilia Cari Keunggulan Motor RS-GP Terbaru Lewat Detail Kecil

Aprilia menjadikan sektor elektronik dan aerodinamika sebagai fokus pengembangan utama pada RS-GP di MotoGP 2026.
Sabtu, 17 Januari 2026 - 20:40 WIB
Marco Bezzecchi dan Jorge Martin di peluncuran tim Aprilia untuk MotoGP 2026
Sumber :
  • Aprilia Racing

Jakarta, tvOnenews.com - Aprilia menjadikan sektor elektronik dan aerodinamika sebagai fokus pengembangan utama pada RS-GP di MotoGP 2026.

Langkah ini diambil menyusul desain mesin yang dibekukan untuk tahun terakhir era MotoGP 1000 cc.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dua pembalap Aprilia, Jorge Martin dan Marco Bezzecch di MotoGP 2025
Dua pembalap Aprilia, Jorge Martin dan Marco Bezzecch di MotoGP 2025
Sumber :
  • Aprilia Racing

Berbicara dalam peluncuran tim pada Kamis kemarin, gadirektur teknis Aprilia, Fabiano Sterlacchini, menjelaskan bagaimana sistem elektronik RS-GP disempurnakan untuk meningkatkan kepercayaan diri pembalap.

Selain itu juga, fokus pada perangkat elektronik dilakukan untuk meraih peningkatan kecil namun krusial dalam akselerasi.

“Dari sisi elektronik, mungkin Anda melihat sepanjang musim bahwa kami cukup banyak fokus, juga dengan mempertimbangkan masukan dari para pembalap, untuk membuat motor yang lebih mudah dan stabil,” ujar Sterlacchini.

“Karena saya selalu mengatakan, Anda bisa saja punya tingkat performa setinggi apa pun, tetapi jika motor sulit dipaksa hingga batas maksimal, pembalap akan menyisakan margin. Dan pada akhirnya, mereka akan lebih lambat.”

“Oleh karena itu, pada sektor elektronik kami jelas bekerja pada area kontrol traksi, terutama saat keluar tikungan, tetapi juga saat masuk tikungan.”

“Karena setiap kali Anda bisa memanfaatkan keunggulan ban belakang untuk menghentikan motor, Anda bisa mengerem lebih lambat. Dengan begitu, Anda bukan hanya lebih efektif saat menyalip, tetapi juga bisa mencatat waktu putaran yang lebih baik.”

“Jadi pada dasarnya, itulah area-area utama yang sedang kami kerjakan.”

“Namun di saat yang sama, ada juga hal-hal yang bisa dibilang ‘eksotis’, seperti membuat kontrol wheelie lebih halus dan mengejar tambahan akselerasi sebesar 0,0001 g. Karena semuanya harus benar-benar presisi.”

Terkait aerodinamika, Sterlacchini menjelaskan bahwa pengembangannya biasanya merupakan kompromi antara downforce dan hambatan udara (drag).

“Karena jika Anda menambah downforce di bagian depan, maka Anda juga menambah drag,” katanya.

Namun, hubungan antara keduanya bisa berbeda-beda, sebab tidak semua downforce menghasilkan drag yang sama. 

Selain itu, drag juga tidak selalu berdampak negatif, karena justru bermanfaat saat pengereman.

“Yang kami inginkan dari sisi aerodinamika adalah ‘menarik selimutnya’,” kata Sterlacchini, yang berarti mendapatkan karakter aerodinamika paling optimal di setiap fase berkendara.

“Kami ingin mendapatkan efisiensi yang lebih baik, sehingga bisa menghasilkan gaya aerodinamika yang benar-benar mendukung performa, tanpa harus membayar konsekuensi negatif dari keuntungan tersebut.”

“Tetapi drag, misalnya, justru membantu menghentikan motor. Jadi Anda perlu menghasilkan drag saat pengereman, tetapi tidak saat melaju di lintasan lurus utama.”

“Pada dasarnya, itulah pekerjaan berkelanjutan yang dilakukan semua pabrikan. Dan jika Anda lebih cerdas dan lebih cepat dibanding yang lain, Anda bisa mendapatkan hasil yang lebih baik.”

Sterlacchini langsung memberi dampak besar pada musim debutnya sebagai direktur teknis Aprilia. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

RS-GP versi 2025 berhasil meraih empat kemenangan Grand Prix dan tiga kemenangan Sprint, membawa Aprilia finis di posisi kedua klasemen konstruktor serta posisi ketiga klasemen pembalap melalui Marco Bezzecchi.

(aes)
 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

alalal alalal alalla alalal alala lalala lalala lalala lalal

alalal alalal alalla alalal alala lalala lalala lalala lalal

LalalalalalalalalalLalalalalalalalalalLalalalalalalalalal
Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Keluarga Sausan Sarifah awalnya tidak percaya bahwa Sausan turut menjadi korban tabrakan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur.
Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Sarifah, menjadi salah satu korban selamat dalam tabrakan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Upaya menjaga ekosistem perairan dan kesehatan masyarakat terus dilakukan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat melalui pembersihan ikan sapu-sapu secara masif. 
Detik-Detik Tabrakan Kereta Bekasi, Sausan Terpental ke Rak Bagasi: Aku Masih Hidup?

Detik-Detik Tabrakan Kereta Bekasi, Sausan Terpental ke Rak Bagasi: Aku Masih Hidup?

Sausan Sarifah, menjadi salah satu korban selamat dalam tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Gara-gara Ego NAC Breda Kalah dari Dean James Tersenggol, KNVB Ngeri Efek Domino Skandal Paspoortgate

Gara-gara Ego NAC Breda Kalah dari Dean James Tersenggol, KNVB Ngeri Efek Domino Skandal Paspoortgate

Perseteruan panas antara NAC Breda dan KNVB kian memanas setelah kedua pihak saling berhadapan di Pengadilan Utrecht, Selasa (28/4/2026) waktu Belanda.

Trending

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri meninjau langsung lokasi kejadian kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Apakah tren wedding 2026 masih didominasi konsep mewah yang megah, atau justru bergeser ke arah yang lebih sederhana namun elegan? Perubahan ini tidak lepas dari cara pandang
Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

PT KAI (Persero) memastikan 240 penumpang Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek berhasil dievakusi dalam kondisi selamat.
Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Kabar tersebut bahkan keluar jelang selesainya musim kompetisi 2025-2026, di mana menjadi salah satu musim terbaik Dony Tri Pamungkas bersama Persija Jakarta. 
Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

​​​​​​​RSUD Kota Bekasi membludak usai tabrakan KRL dan KA Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur. IGD padat, puluhan korban luka terus berdatangan dan dirawat intensif.
Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Bung Ropan bahas soal alasan Beckham Putra tak dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia. Ternyata ada alasan khusus mengapa John Herdman panggil pemain.
Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons spanduk Bobotoh "Shut Up KDM" di Tribun Utara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat laga Persib vs Arema FC.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT