Fabio Quartararo Sebut Perangkat Elektronik Jadi Langkah Terbesar Yamaha Jelang Hadapi MotoGP 2026
- Reuters
Jakarta, tvOnenews.com - Fabio Quartararo mengakui belum tahu apakah ia akan merindukan motor MotoGP Yamaha bermesin inline, seiring rencana pabrikan tersebut beralih ke mesin V4 mulai musim depan.
Menurut pembalap asal Prancis itu, semuanya akan bergantung pada performa motor baru yang akan digunakan Yamaha.
- REUTERS/Stephane Mahe
“Mungkin saya akan merindukannya, atau mungkin tidak. Kami belum tahu seperti apa motor tahun depan,” kata Quartararo dilansir dari laman Crash.
“Tentu saja akan menyenangkan beralih ke V4, tapi bisa saja tahun depan saya justru merindukan motor ini. Ini juga akan menjadi langkah baru dalam karier saya, jadi kita lihat saja nanti.”
Sepanjang kariernya di MotoGP, Quartararo selalu membela Yamaha bermesin inline.
Bersama motor tersebut, ia meraih 11 kemenangan, 32 podium, dan gelar juara dunia MotoGP 2021.
Setelah hasil terbaik finis kelima pada 2024, Quartararo kembali naik podium di Jerez musim ini dan sempat berada di jalur kemenangan di Silverstone, sebelum kegagalan perangkat pengatur ketinggian motor (ride-height device) menggagalkan peluangnya.
Meski kemudian meraih dua podium di balapan Sprint, Quartararo mengakui fokus pengembangan Yamaha semakin beralih dari motor Inline M1 yang akan ditinggalkan.
“Saya rasa para insinyur lebih fokus pada motor 2026,” ujarnya.
“Jadi sayangnya, peningkatan performa motor selama musim 2025 tidak terlalu besar.”
“Namun saya berharap itu dilakukan demi alasan yang baik, agar kami memiliki motor yang benar-benar kompetitif pada 2026.”
Saat diminta menyebutkan perkembangan paling berarti pada musim terakhir motor inline Yamaha, Quartararo menyoroti sektor elektronik.
“Sedikit demi sedikit, kami meningkatkan tenaga mesin. Sayangnya belum cukup. Tapi kami bekerja sangat keras, terutama pada elektronik, sepanjang tahun ini,” jelasnya.
“Langkah terbesar yang kami buat adalah di sektor elektronik, untuk memahami bagaimana saya bisa beradaptasi lebih baik dan melaju lebih cepat dengan bantuan elektronik yang lebih minim. Jadi menurut saya, itulah langkah terbesar yang kami capai.”
Quartararo menutup musim di posisi kesembilan klasemen dunia, namun berhasil mengumpulkan hampir dua kali lipat poin dibandingkan musim 2024.
Load more