F1 2026 Belum Mulai, Ferrari Sudah Siapkan Protes untuk 6 Tim Rival yang Berpotensi Diuntungkan Celah Regulasi Mesin
- Reuters/Darko Bandic
Jakarta, tvOnenews.com - Ferrari dikabarkan sudah bersiap mengajukan protes terhadap rival-rivalnya jelang Grand Prix Australia 2026.
Isu ini mencuat meski musim baru Formula 1 belum resmi dimulai.
- Reuters/Darko Bandic
Prinsipal Ferrari, Fred Vasseur, memang berusaha menurunkan ekspektasi menjelang balapan pembuka musim 2026.
Namun bagi para tifosi, musim ini dinilai krusial setelah Ferrari menjalani 2025 yang mengecewakan.
Ferrari berharap perubahan besar regulasi Formula 1 pada 2026 bisa menjadi titik balik.
Tim asal Maranello itu belum meraih gelar juara dunia sejak 2008, meski kini diperkuat dua pembalap papan atas, Charles Leclerc dan Lewis Hamilton.
Meski masih ada tiga tes pra-musim sebelum balapan pertama digelar di Melbourne, ketegangan disebut sudah muncul di balik layar.
Ferrari dikabarkan menemukan celah aturan yang dimanfaatkan oleh tim-tim bermesin Mercedes dan Red Bull.
Celah Regulasi Mesin Jadi Sorotan
Dilansir dari laman Swiss Blick, Mercedes dan Red Bull disebut berhasil menemukan cara untuk meningkatkan performa unit daya 2026 melalui celah aturan terkait rasio kompresi mesin pembakaran internal.
Celah ini diklaim mampu menambah tenaga lebih dari 20 horsepower.
Jika benar, keuntungan tersebut bisa dinikmati oleh enam tim, yakni Mercedes, McLaren, Williams, Alpine, Red Bull, dan Racing Bulls.
Ferrari disebut merasa frustrasi dengan situasi ini. Bersama produsen mesin lain yang tidak memanfaatkan celah tersebut, Ferrari dikabarkan siap mengajukan protes resmi kepada FIA setelah GP Australia 2026 berakhir.
Langkah seperti ini bukan hal baru di Formula 1. Pada 2009, Brawn GP pernah memanfaatkan celah regulasi melalui penggunaan double diffuser, yang akhirnya mengantar Jenson Button meraih gelar juara dunia.
(aes)
Load more