GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Eks Race Engineer Michael Schumacher Balas Kritik Presiden Ferrari soal Lewis Hamilton dan Charles Leclerc di F1 2025

Musim F1 2025 menjadi periode yang penuh tekanan bagi Ferrari, menyusul performa tim yang jauh dari ekspektasi di lintasan.
Kamis, 1 Januari 2026 - 14:12 WIB
Charles Leclerc dan Lewis Hamilton
Sumber :
  • Facebook/Scuderia Ferrari

tvOnenews.com - Musim F1 2025 menjadi periode yang penuh tekanan bagi Ferrari, menyusul performa tim yang jauh dari ekspektasi di lintasan.

Sorotan tajam tidak hanya datang dari luar, tetapi juga muncul dari internal tim, termasuk komentar Presiden Ferrari, John Elkann.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Elkann sebelumnya meminta Lewis Hamilton dan Charles Leclerc untuk mengurangi komentar publik dan lebih fokus pada performa mengemudi.

Charles Leclerc dan Lewis Hamilton
Charles Leclerc dan Lewis Hamilton
Sumber :
  • Facebook/Scuderia Ferrari

Pernyataan tersebut memicu reaksi dari Luigi Mazzola, mantan race engineer Michael Schumacher saat era kejayaan Ferrari.

Dalam wawancara dengan NewsF1, Mazzola menilai pernyataan Elkann kurang tepat dan seharusnya tidak disampaikan ke ruang publik.

Ia menyebut Elkann menggunakan perumpamaan mencuci sprei kotor di rumah, namun justru melibatkan media dalam isu internal tim.

“Cucian kotor dicuci di rumah, itu sudah jelas. Ketika Anda mengatakan hal seperti itu di depan umum, secara politis, Anda menyerang seseorang,” ucap Mazzola.

Menurutnya, komentar semacam itu sering menjadi sinyal adanya agenda tertentu di balik layar manajemen tim.

“Biasanya, ketika Anda melakukan hal itu, itu karena Anda ingin mempersiapkan diri untuk sesuatu yang akan terjadi kemudian,” lanjutnya.

Mazzola juga menyoroti latar belakang Elkann yang dinilainya minim pengalaman langsung di dunia Formula 1.

“Elkann memiliki pengalaman yang kurang lebih sama di F1 seperti yang saya miliki di bidang ekonomi, pada dasarnya tidak ada,” kata Mazzola.

Ia mempertanyakan waktu penyampaian kritik tersebut, yang muncul saat Ferrari justru meraih kesuksesan di ajang WEC.

“Dia membuat komentar itu ketika bisa mendapatkan banyak keuntungan dengan merayakan kesuksesan di WEC, di mana Ferrari memenangi kejuaraan pembalap dan konstruktor,” ujarnya.

“Mengapa berbicara tentang F1 pada saat itu?” tambah Mazzola.

Musim 2025 sendiri menjadi tantangan besar bagi Hamilton yang menjalani tahun pertamanya bersama Ferrari.

Sementara Leclerc tetap menunjukkan komitmen, meski tim kesulitan bersaing di papan atas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kritik internal ini menegaskan betapa kompleksnya situasi Ferrari jelang perubahan besar menuju musim berikutnya.

(akg)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Sebelum Red Sparks Terpuruk, Megawati Hangestri Pernah Bikin Legenda Voli Korea Terpukau: Dia Punya Kemampuan

Sebelum Red Sparks Terpuruk, Megawati Hangestri Pernah Bikin Legenda Voli Korea Terpukau: Dia Punya Kemampuan

Jauh sebelum Red Sparks terpuruk, Megawati Hangestri pernah mencuri perhatian legenda voli Korea, Han Yoo-mi, berkat kemampuan serangan dan teknik tipuannya.
Ngabuburit di Pasar Senen: Berburu Baju Lebaran, Cicipi Jajanan, Hingga Berbuka di Tengah Hiruk Pikuk Kota

Ngabuburit di Pasar Senen: Berburu Baju Lebaran, Cicipi Jajanan, Hingga Berbuka di Tengah Hiruk Pikuk Kota

Sore hari menjelang waktu berbuka puasa di kawasan Pasar Senen, Jakarta Pusat, selalu menghadirkan pemandangan yang berbeda selama bulan Ramadan. 
Pernah Jadi Musuh Bebuyutan, Israel Adesanya Kini Berharap Alex Pereira Cetak Sejarah di UFC White House

Pernah Jadi Musuh Bebuyutan, Israel Adesanya Kini Berharap Alex Pereira Cetak Sejarah di UFC White House

Dulu menjadi musuh bebuyutan di octagon, Israel Adesanya kini mendukung Alex Pereira dalam pertarungan perebutan sabuk interim kelas berat di UFC Freedom 250.
Mimpi Kelulusan Siswa Diujung Tanduk, Wali Murid SMK IDN Boarding School Cemas Usai Izin Operasional Sekolah Dicabut

Mimpi Kelulusan Siswa Diujung Tanduk, Wali Murid SMK IDN Boarding School Cemas Usai Izin Operasional Sekolah Dicabut

Nasib pilu dialami siswa Kelas XII SMK IDN Boarding School di Kabupaten Bogor menjadi sorotan. Pemerintah Provinsi Jawa Barat mencabut izin pendirian sekolah
Sempat Comeback, PSIM Yogyakarta Justru Kehilangan Kemenangan di Menit Akhir

Sempat Comeback, PSIM Yogyakarta Justru Kehilangan Kemenangan di Menit Akhir

PSIM Yogyakarta tidak bisa berbuat banyak saat menghadapi Persijap Jepara pada pekan ke-25 Super League di Stadion Sultan Agung, Bantul, Rabu (11/3/2026).
Daftar Tim yang Berpeluang Lolos Playoff Liga Voli Korea 2025/2026, Red Sparks Tak Terselamatkan

Daftar Tim yang Berpeluang Lolos Playoff Liga Voli Korea 2025/2026, Red Sparks Tak Terselamatkan

Babak playoff Liga Voli Korea 2025/2026 semakin dekat, Pink Spiders dan GS Caltex bersiap bertarung di fase selanjutnya. namun Daejeon Red Sparks gagal lolos?

Trending

Sempat Comeback, PSIM Yogyakarta Justru Kehilangan Kemenangan di Menit Akhir

Sempat Comeback, PSIM Yogyakarta Justru Kehilangan Kemenangan di Menit Akhir

PSIM Yogyakarta tidak bisa berbuat banyak saat menghadapi Persijap Jepara pada pekan ke-25 Super League di Stadion Sultan Agung, Bantul, Rabu (11/3/2026).
Mimpi Kelulusan Siswa Diujung Tanduk, Wali Murid SMK IDN Boarding School Cemas Usai Izin Operasional Sekolah Dicabut

Mimpi Kelulusan Siswa Diujung Tanduk, Wali Murid SMK IDN Boarding School Cemas Usai Izin Operasional Sekolah Dicabut

Nasib pilu dialami siswa Kelas XII SMK IDN Boarding School di Kabupaten Bogor menjadi sorotan. Pemerintah Provinsi Jawa Barat mencabut izin pendirian sekolah
Daftar Tim yang Berpeluang Lolos Playoff Liga Voli Korea 2025/2026, Red Sparks Tak Terselamatkan

Daftar Tim yang Berpeluang Lolos Playoff Liga Voli Korea 2025/2026, Red Sparks Tak Terselamatkan

Babak playoff Liga Voli Korea 2025/2026 semakin dekat, Pink Spiders dan GS Caltex bersiap bertarung di fase selanjutnya. namun Daejeon Red Sparks gagal lolos?
Kronologi Izin SMK IDN Bogor Dicabut Gubernur Dedi Mulyadi: Berawal dari Dugaan Operasi Tanpa Legalitas

Kronologi Izin SMK IDN Bogor Dicabut Gubernur Dedi Mulyadi: Berawal dari Dugaan Operasi Tanpa Legalitas

Kronologi izin SMK IDN Boarding School Bogor dicabut Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Simak alasan, polemik legalitas sekolah, dan nasib ratusan siswa terdampak.
Meski Tak Dipanggil Timnas Indonesia, Mees Hilgers Tiba-Tiba Kasih Kabar Gembira kepada John Herdman

Meski Tak Dipanggil Timnas Indonesia, Mees Hilgers Tiba-Tiba Kasih Kabar Gembira kepada John Herdman

Mees Hilgers mendadak membawakan kabar gembira kepada John Herdman. Sang pemain Timnas Indonesia kembali absen dari panggilan pada bulan Maret ini.
Gubernur Jabar KDM Cabut Operasional SMK IDN Bogor di Tengah Jalan, Ratusan Siswa Terancam Gagal Lulus, Wali Murid Geruduk Gedung Sate

Gubernur Jabar KDM Cabut Operasional SMK IDN Bogor di Tengah Jalan, Ratusan Siswa Terancam Gagal Lulus, Wali Murid Geruduk Gedung Sate

Wali murid SMK IDN Bogor menagih kepastian nasib anak-anak mereka, pascapencabutan izin operasional sekolah oleh Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi (KDM).
Dulu Digadang Jadi Bintang Timnas Indonesia tapi Malah ‘Menghilang’, Mantan Striker Ini Kini Aktif Sebagai Asisten Pelatih

Dulu Digadang Jadi Bintang Timnas Indonesia tapi Malah ‘Menghilang’, Mantan Striker Ini Kini Aktif Sebagai Asisten Pelatih

Dulu digadang-gadang jadi bintang Timnas Indonesia tapi malah 'menghilang', mantan striker ini kini aktif sebagai asisten pelatih.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT