News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Mantan Juara Formula 1 Kritik Strategi McLaren yang Dianggap Membingungkan Norris dan Piastri di Perebutan Gelar F1 2025

Mantan juara dunia Formula 1, Damon Hill, menilai strategi tim McLaren justru membuat dua pembalapnya, Lando Norris dan Oscar Piastri, kebingungan dalam persaingan gelar musim 2025.
Rabu, 5 November 2025 - 20:24 WIB
Oscar Piastri dan Lando Norris
Sumber :
  • Facebook/McLaren

tvOnenews.com - Mantan juara dunia Formula 1, Damon Hill, menilai strategi tim McLaren justru membuat dua pembalapnya, Lando Norris dan Oscar Piastri, kebingungan dalam persaingan gelar musim 2025.

Persaingan di papan atas klasemen semakin panas menjelang F1 GP Brasil 2025 yang berlangsung pada akhir pekan ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lando Norris kini hanya unggul satu poin dari rekan setimnya, Oscar Piastri, setelah tampil luar biasa di F1 GP Meksiko 2025.

Pembalap McLaren, Lando Norris
Pembalap McLaren, Lando Norris
Sumber :
  • Instagram @lando

 

Kemenangan dominan Norris di Meksiko dengan selisih lebih dari 30 detik dari Charles Leclerc membuktikan performanya sedang berada di puncak.

Sebaliknya, Piastri justru kehilangan momentum setelah dua akhir pekan yang kurang memuaskan.

Padahal, pembalap asal Australia itu sempat unggul 34 poin dari Norris setelah F1 GP Belanda.

Namun serangkaian kesalahan dan performa yang inkonsisten membuatnya tertinggal untuk pertama kali sejak seri Arab Saudi.

McLaren sendiri mencoba menjaga keseimbangan dengan mengizinkan keduanya bersaing adil, tapi beberapa keputusan tim justru menimbulkan polemik.

Oscar Piastri dan Lando Norris
Oscar Piastri dan Lando Norris
Sumber :
  • Facebook/McLaren

 

Di F1 GP Italia, Piastri sempat diminta memberi jalan pada Norris usai pit stop lambat.

Kemudian, insiden saling serang di Singapura dan kecelakaan pada sprint race di Austin semakin memperkeruh situasi di dalam tim.

Meski McLaren sudah mengamankan gelar konstruktor, tim tetap enggan menentukan siapa pembalap utama hingga peluang salah satu benar-benar tertutup.

Namun, Hill menganggap pendekatan itu justru kontraproduktif. “Saya pikir ini membingungkan orang.

Membingungkan para pembalap, tim, bahkan penonton. Mereka bertanya-tanya, apa sebenarnya yang terjadi?” ujar Hill dalam acara Stay on Track.

Ia juga membandingkan situasi ini dengan era McLaren di masa lalu. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Saya ingat menonton GP Monako dengan dua McLaren, mungkin Mika Hakkinen dan David Coulthard. Mereka tampak seperti balapan, tapi ternyata hanya sepakat tidak saling menyalip,” katanya.

(akg)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT