News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pengamat F1 Ini Tiba-tiba Sebut Hubungan Antara Yuki Tsunoda dan Red Bull Mulai Retak Jelang Pengumuman Penting

Red Bull yang memilih menunda pengumuman line up pembalap untuk gelaran F1 2026 mendatang kembali diterpa isu kurang sedap.
Kamis, 30 Oktober 2025 - 19:39 WIB
Max Verstappen, Laurent Mekies dan Yuki Tsunoda
Sumber :
  • Facebook/Oracle Red Bull Racing

tvOnenews.com - Red Bull yang memilih menunda pengumuman line up pembalap untuk gelaran F1 2026 mendatang kembali diterpa isu kurang sedap.

Baru-baru ini, hubungan antara Red Bull dan Yuki Tsunoda dikabarkan mulai retak jelang pengumuman line up musim depan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kabar tersebut pertama kali disampaikan oleh pengamat F1, Jamie Chadwick, yang menyebut hubungan pembalap asal Jepang itu dengan Red Bull sudah agak renggang usai akhir pekan sulit di F1 GP Meksiko 2025.

Yuki Tsunoda
Yuki Tsunoda
Sumber :
  • F1

 

Dalam balapan tersebut, Tsunoda gagal finis di zona poin setelah pit stop lambat berdurasi 12 detik merusak strateginya di pertengahan lomba.

Seperti Max Verstappen, Tsunoda memulai dengan ban Medium sebelum beralih ke ban Soft. Namun duel di lintasan membuatnya kehilangan waktu penting.

Chadwick menilai, dari nada komentar Tsunoda pasca-balapan, terlihat jelas ada ketegangan antara pembalap dan timnya.

“Sejujurnya, saya rasa memang harus begitu,” ujar Chadwick.

“Dan juga, cara bicaranya yang seolah-olah menyinggung adanya masalah dengan tim atau mobil… sekarang, Anda bisa melihat bahwa hubungannya sudah agak retak, dia frustasi, rasanya sudah tamat,” lanjutnya.

Juara dunia F1 1997, Jacques Villeneuve, juga berpendapat serupa.

“Kedengarannya dia tidak terlalu bahagia. Pada dasarnya, dia terus mencari alasan bahwa dia hebat dalam hal yang bisa dikendalikan,” kata Villeneuve.

Max Verstappen, Laurent Mekies dan Yuki Tsunoda
Max Verstappen, Laurent Mekies dan Yuki Tsunoda
Sumber :
  • Facebook/Oracle Red Bull Racing

 

Red Bull sendiri belum membuat keputusan soal masa depan Tsunoda. Helmut Marko memastikan pengumuman baru akan dilakukan setelah seri terakhir di Abu Dhabi.

Isack Hadjar disebut-sebut sebagai kandidat kuat menggantikan Tsunoda di tim utama Red Bull musim depan, berkat performanya yang konsisten sepanjang musim.

Sementara itu, Tsunoda masih bersaing dengan Liam Lawson dan Arvid Lindblad untuk dua kursi Racing Bulls. Namun peluangnya tampak menipis.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan arah tim yang fokus mencari 'Verstappen berikutnya', Tsunoda diperkirakan bakal kehilangan tempatnya dan kemungkinan besar hanya berperan sebagai pembalap cadangan pada 2026 mendatang.

(akg)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT