News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Terus Beradaptasi dengan Ferrari di F1 2025, Hasil di Baku Buat Lewis Hamilton Merasa Masih Perlu Meningkatkan...

Lewis Hamilton terus menjalani proses adaptasi bersama Ferrari yang penuh tantangan sepanjang F1 2025 ini.
Rabu, 24 September 2025 - 16:20 WIB
Lewis Hamilton di Ferrari
Sumber :
  • Facebook/Scuderia Ferrari

tvOnenews.com - Lewis Hamilton terus menjalani proses adaptasi bersama Ferrari yang penuh tantangan sepanjang F1 2025 ini.

F1 GP Azerbaijan 2025 akhir pekan kemarin kembali memperlihatkan bahwa juara dunia tujuh kali itu masih berusaha menemukan ritmenya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Setelah pindah dari Mercedes awal musim ini, Hamilton menghadapi jalan terjal dalam menyesuaikan diri dengan mobil Ferrari SF-25.

Lewis Hamilton
Lewis Hamilton
Sumber :
  • Facebook/Scuderia Ferrari

 

Perubahan besar yang harus dilalui oleh Lewis Hamilton itu jelas tidak mudah.

Meski hasil balapan di Baku hanya finis kedelapan, satu posisi di depan Charles Leclerc, Hamilton tetap menilai ada progres positif sejak jeda musim panas lalu.

Namun, ia juga mengakui masih ada hal yang harus ditingkatkan. Salah satunya, menurut Hamilton, adalah agresivitas saat bertarung di lintasan.

"Saya pikir masih ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan dalam hal seberapa agresif saya," kata Hamilton, dikutip Sky Sports F1.

Hamilton menilai dirinya belum sepenuhnya percaya diri dengan mobil Ferrari, terutama saat melakukan pengereman keras di momen menyerang. Itu membuatnya kehilangan potensi.

Lewis Hamilton di Ferrari
Lewis Hamilton di Ferrari
Sumber :
  • Facebook/Scuderia Ferrari

 

Meski begitu, ia menegaskan perkembangan tetap ada. Hanya saja hasil yang diharapkan belum sesuai ekspektasi, terutama di beberapa balapan terakhir.

Hamilton mengaku sempat merasa nyaman saat sesi latihan, namun setelan mobil justru tidak memberikan kecepatan yang memadai ketika balapan berlangsung di Azerbaijan.

"Sejujurnya, selama latihan setelah P2, saya merasa sangat nyaman di dalam mobil," jelas Hamilton.

"Tetapi di balapan, kecepatan kami tidak sebanding dengan para pembalap di depan. Itu yang paling mengecewakan."

Ia juga menekankan pentingnya kualifikasi. Menurutnya, posisi start bisa sangat menentukan, bahkan mencontohkan performa impresif tim Williams yang tampil mengejutkan.

Meski hanya finis kedelapan, Hamilton berusaha melihat sisi positif dari hasil di F1 GP Azerbaijan 2025 lalu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia percaya Ferrari masih bisa berkembang, asalkan dirinya terus meningkatkan agresivitas di lintasan.

(akg)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT