News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Meski Marc Marquez Menang di Brno, Bos Ducati Malah Ketar-ketir Melihat Hasil MotoGP Ceko 2025! Saampai Minta...

Dominasi Ducati Lenovo di MotoGP musim ini mulai terlihat goyah setelah hasil mengecewakan di MotoGP Ceko 2025.
Selasa, 22 Juli 2025 - 17:39 WIB
Marc Marquez dan Bos Ducati Lenovo, Gigi Dall’Igna
Sumber :
  • Facebook Ducati Corse

tvOnenews.com - Dominasi Ducati Lenovo di MotoGP musim ini mulai terlihat goyah setelah hasil mengecewakan di MotoGP Ceko 2025.

Meski Marc Marquez sukses jadi pemenang di Brno, tapi hanya Francesco Bagnaia yang menemaninya di 10 besar. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selebihnya, para rider Ducati kesulitan bersaing pada balapan yang berlangsung di Sirkuit Brno itu.

Marc Marquez dan Bos Ducati Lenovo,  Gigi Dall’Igna
Marc Marquez dan Bos Ducati Lenovo, Gigi Dall’Igna
Sumber :
  • Facebook Ducati Corse

 

Terkait hal tersebut, Bos Ducati Corse yakni Gigi Dall’Igna, langsung angkat bicara. 

Melansi dari laman Crash, Gigi menilai sudah waktunya tim kembali fokus pada pengembangan motor.

"Yang lain sudah benar-benar sadar, jadi sepertinya ini saat yang tepat untuk kembali bekerja daripada memikirkan liburan," ujar Gigi Dall’Igna.

Menurutnya, keunggulan teknis Ducati yang sempat terlihat di awal musim kini mulai terkikis perlahan. Para rival pun mulai menemukan celah.

Di Brno, empat dari enam posisi podium diisi oleh rider dari tim pabrikan lain seperti KTM dan Aprilia. Sementara Ducati hanya menyumbang dua rider.

Alex Marquez jatuh, Fermin Aldeguer turun ke posisi 11 karena penalti, sementara Di Giannantonio finis ke-16 dengan gap 24 detik dari Marquez.

“Keunggulan kami atas rival di awal musim telah menyusut,” lanjut Gigi Dall’Igna.

Ia juga menyoroti keterbatasan pengembangan yang dialami Ducati dibanding para rival, terutama soal jumlah ban untuk uji coba.

Gigi Dall’Igna pun memuji perjuangan Bagnaia yang tampil kuat di Brno, meski gagal naik podium karena insiden di Sprint Race.

Bagnaia juga sempat menyuarakan kekhawatirannya soal kemampuan pengereman motor GP25. Tapi Ducati berjanji akan terus mencari solusi.

"Masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan, tetapi kami bekerja keras bersamanya," tegas Dall’Igna.

Hasil ini juga seakan menjadi penanda jika dominasi Ducati di MotoGP mulai menurun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pasalnya, momen seperti ini terjadi terakhir kali pada MotoGP 2022 saat itu hanya Pecco dan Zarco dua rider Ducati di 10 besar Grand Prix Portugal.

(akg)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, mendorong penguatan regulasi agar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memiliki kewenangan lebih tegas dalam menangani konten hoaks di ruang digital.
Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kiper Cremonese yang juga penjaga gawang Timnas Indonesia Emil Audero menyampaikan pesan mengenai kondisinya setelah menjadi korban ledakan flare atau petasan -
Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Polda Metro Jaya mengamankan sebanyak 105 pelaku tawuran di wilayah hukumnya, dalam rangka Operasi Pekat Jaya 2026, yang dimulai sejak tanggal 28 Januari sampai dengan 11 Februari Tahun 2026.
Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT