News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tuai Hasil Buruk di Thailand, Alex Rins Akui Yamaha Masih Tertinggal Jauh dari Pesaing di MotoGP 2026

Krisis performa tengah membayangi Monster Energy Yamaha MotoGP jelang bergulirnya MotoGP 2026. 
Kamis, 26 Februari 2026 - 05:36 WIB
Rider Yamaha, Alex Rins
Sumber :
  • Facebook/Monster Energy Yamaha MotoGP

Jakarta, tvOnenews.com - Krisis performa tengah membayangi Monster Energy Yamaha MotoGP jelang bergulirnya MotoGP 2026. 

Bagi Alex Rins, situasi yang dihadapi Yamaha saat ini bahkan sulit dijelaskan dengan kata-kata. Ia menilai timnya sudah tertinggal cukup jauh dari para rival.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hasil tes pramusim di Thailand menjadi gambaran nyata. Tak satu pun pembalap Yamaha mampu menembus lima besar. Catatan terbaik justru diraih pembalap satelit Prima Pramac Racing, Jack Miller, yang sempat berada di posisi kedelapan pada sesi kedua hari terakhir.

Sementara itu, Rins dan rekan setimnya, Fabio Quartararo, berkutat di lima posisi terbawah. Situasi makin sulit karena Rins hanya memiliki satu motor selama pengujian—sebuah kondisi yang menurutnya menjadi langkah mundur bagi pabrikan Jepang tersebut.

"Itu adalah hari yang sulit untuk dikelola hanya dengan satu motor. Kami sedang menguji beberapa pengaturan. Kami tidak bisa melakukan banyak putaran karena saya hanya memiliki satu motor," kata Rins dikutip dari Motosan.

Keterbatasan itu berdampak langsung pada efektivitas pengujian dan pengembangan setelan motor.

"Kami sangat jauh tertinggal dari para pesaing kami," tambah mantan pembalap Team Suzuki Ecstar tersebut.

Rins pun tak menutupi kekecewaannya. Ia mengaku berusaha mengelola emosinya di tengah kondisi sulit, meski frustrasi tak terhindarkan ketika motor tak bekerja sesuai harapan.

"Saya mencoba menyalurkan amarah saya saat balapan. Itu adalah karakteristik yang telah saya latih sejak lama. Ketika motor tidak berfungsi dengan baik atau saya tidak bisa mencetak waktu putaran yang bagus, saya mencoba menyalurkan semua frustrasi itu pada putaran kembali ke pit agar saya tiba dengan kondisi mental yang lebih baik," tuturnya.

Menjelang seri pembuka musim 2026, Rins bahkan meragukan kesiapan dirinya maupun tim. Ia menyadari tak ada pembalap yang ingin memulai musim dari barisan belakang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Apakah saya siap atau tidak, saya tidak pernah tahu. Seorang pembalap tentu tidak pernah siap untuk berada di belakang grid. Itulah kenyataannya," tutup Rins.

Dengan waktu yang semakin sempit sebelum lampu start menyala, Yamaha dituntut bergerak cepat. Jika tidak, musim 2026 bisa menjadi perjalanan berat sejak putaran pertama.

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT