News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dua Petinju Meninggal, Komisi Tinju Jepang Lakukan Reformasi Besar demi Keselamatan Atlet

Komisi Tinju Jepang atau JBC melakukan reformasi besar-besar demi keselamatan atlet usai terjadi tragedi dua petinju meninggal dunia.
Kamis, 21 Agustus 2025 - 10:43 WIB
Ilustrasi - Sarung tinju merah
Sumber :
  • ANTARA/Shutterstock/pri.

Jakarta, tvOnenews.com - Komisi Tinju Jepang atau JBC melakukan reformasi besar-besar demi keselamatan atlet usai terjadi tragedi dua petinju meninggal dunia.

Sebelumnya dunia olahraga kombat sempat dibuat geger setelah kematian dua petinju profesional asal Jepang yakni Shigetoshi Kotari dan Hiromasa Urakaya yang berlaga di Korakuen Hall, Tokyo, Jepang pada 2 Agustus 2025.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kotari yang bertarung melawan Yamato Hata​​​​​​​ saat itu menderita cedera otak parah dan meninggal pada 8 Agustus meskipun telah menjalani operasi darurat.

Sementara Urakawa yang menghadapi Yoji Saito mengalami pingsan pada ronde kedelapan, juga meninggal pada 9 Agustus meskipun telah menerima perawatan medis segera.

Tragedi ini menambah daftar insiden lain yang telah mengguncang dunia tinju Jepang.

World Boxing Coucil (WBC) kemudian merilis bahwa JBC mengumumkan serangkaian langkah darurat untuk mencegah insiden serupa seperti yang menimpa Kotari dan Urakawa.

JBC lalu menerapkan sejumlah langkah pengamanan baru seperti pengurangan jumlah ronde dari 12 menjadi 10 ronde dalam pertandingan Oriental and Pacific Boxing Federation (OPBF) dan World Boxing Organization (WBO) Asia-Pasifik yang diadakan di Jepang.

Dalam hal pengendalian hidrasi petinju, dilakukan tes urine sebelum pertandingan dan sanksi jika berat badan kembali melebihi 10 persen antara sesi penimbangan dengan pertandingan.

Selain itu, dukungan medis juga dilakukan wajib menyiagakan ambulans di semua acara, terhubung dengan rumah sakit yang mampu melakukan intervensi darurat.

Peningkatan teknologi dilakukan dengan penggantian pemindaian CT dengan MRI untuk mengevaluasi cedera sebelum petinju dapat kembali ke ring.

Kemudian, petinju yang memerlukan kraniotomi atau prosedur bedah yang melibatkan pengangkatan tulang tengkorak akibat cedera otak akan secara otomatis pensiun dari tinju profesional.

JBC juga menetapkan rapat darurat dengan pelatih dan asosiasi, seminar medis pada September, dan pembentukan komite investigasi bersama dengan Federasi Tinju Jepang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Langkah-langkah ini bertujuan untuk mencegah tragedi seperti yang dialami Kotari dan Urakawa serta memastikan keselamatan semua petinju profesional di Jepang.

(ant/nad)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Media Belanda Kaget Lihat El Clasico Indonesia Berakhir Mencekam, Nasib Thom Haye di Persib Jadi Perhatian

Media Belanda Kaget Lihat El Clasico Indonesia Berakhir Mencekam, Nasib Thom Haye di Persib Jadi Perhatian

Kemenangan Persib atas Persija dalam laga panas bertajuk El Clasico Indonesia justru meninggalkan luka mendalam bagi Thom Haye. Media Belanda sorot tajam.
SBY: Demokrat dan Prabowo Harus Menjadi Bagian dari Solusi

SBY: Demokrat dan Prabowo Harus Menjadi Bagian dari Solusi

Presiden ke-6 RI sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan bahwa partainya bersama Presiden Prabowo harus menjadi solusi mengentaskan masalah bangsa.
AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

Presiden ke-6 sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membeberkan alasan Ketua Umum (Ketum) tak hadiri puncak perayaan Natal Nasional Partai Demokrat, Senin (12/1/2026).
Van Basty Sousa Acungkan Jari Tengah ke Bobotoh, Gelandang Persija Itu Kini Dibayang-bayangi Sanksi Berat PSSI

Van Basty Sousa Acungkan Jari Tengah ke Bobotoh, Gelandang Persija Itu Kini Dibayang-bayangi Sanksi Berat PSSI

Kali ini, sorotan tajam tertuju pada gelandang asing Persija, Van Basty Sousa. Ia terekam kamera sempat mengacungkan jari tengah ke arah tribun penonton berisikan para Bobotoh.
Pro-Kontra Pilkada Tak Langsung Lewat DPRD, Pengamat Ingatkan Risiko Politik Elitis

Pro-Kontra Pilkada Tak Langsung Lewat DPRD, Pengamat Ingatkan Risiko Politik Elitis

Pengamat Citra Institute menilai sistem Pilkada tak langsung akan menjauhkan rakyat dari proses demokrasi yang seharusnya menjadi hak fundamental warga negara.
Harga Gabah Anjlok di Bawah HPP, DPR Desak Pemerintah dan Bulog Bergerak Cepat

Harga Gabah Anjlok di Bawah HPP, DPR Desak Pemerintah dan Bulog Bergerak Cepat

DPR RI menyoroti anjloknya harga gabah di tingkat petani saat musim panen.

Trending

AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

Presiden ke-6 sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membeberkan alasan Ketua Umum (Ketum) tak hadiri puncak perayaan Natal Nasional Partai Demokrat, Senin (12/1/2026).
Gebrakan Gubernur Jabar KDM: Siapkan Sanksi Berat Bagi Proyek Berkualitas Buruk di Jawa Barat

Gebrakan Gubernur Jabar KDM: Siapkan Sanksi Berat Bagi Proyek Berkualitas Buruk di Jawa Barat

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), mengambil langkah tegas terkait pengerjaan proyek infrastruktur di wilayahnya. 
Thom Haye Diancam Dibunuh, Kini Giliran Allano Lima Kena Rasis setelah Laga Persib Vs Persija Skor 1-0

Thom Haye Diancam Dibunuh, Kini Giliran Allano Lima Kena Rasis setelah Laga Persib Vs Persija Skor 1-0

Di balik pertandingan Persib Bandung Vs Persija Jakarta skor 1-0, gelandang Timnas Indonesia, Thom Haye dapat ancaman pembunuhan hingga Allano Lima kena rasis.
Update Ranking BWF Usai Malaysia Open 2026: Fajar/Fikri Tembus Peringkat 4 Dunia!

Update Ranking BWF Usai Malaysia Open 2026: Fajar/Fikri Tembus Peringkat 4 Dunia!

Berikut update ranking BWF usai gelaran Malaysia Open 2026.
Profil Dino Rossano Hansa, Sosok Adik Kandung Ibu Denada yang Mengasuh Ressa Rizky Rossano Selama 24 Tahun

Profil Dino Rossano Hansa, Sosok Adik Kandung Ibu Denada yang Mengasuh Ressa Rizky Rossano Selama 24 Tahun

Berikut profil sosok Dino Rossano Hansa, adik kandung almarhumah Emilia Contessa sekaligus paman Denada Tambunan, yang mengasuh Al Ressa Rizky Rossano (24).
Hujan Lebat dan Angin Kencang Landa Jakarta, BMKG Wanti-wanti Cuaca Ekstrem hingga 13 Januari 2026

Hujan Lebat dan Angin Kencang Landa Jakarta, BMKG Wanti-wanti Cuaca Ekstrem hingga 13 Januari 2026

Hujan lebat dan angin kencang melanda Jakarta sejak Senin 12 Januari 2026. BMKG peringatkan cuaca ekstrem hingga 13 Januari, warga diminta waspada.
Curhat Pilu Denada, Sosok yang Harusnya Jadi Ayah Malah Ikut Gugat Bersama Ressa Rizky

Curhat Pilu Denada, Sosok yang Harusnya Jadi Ayah Malah Ikut Gugat Bersama Ressa Rizky

​​​​​​​Denada curhat pilu usai digugat Ressa Rizky. Lebih kecewa karena pamannya ikut menggugat. Kuasa hukum ungkap fakta di balik konflik keluarga ini.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT