Sisa Sendirian Wakili Indonesia, Alwi Farhan Jaga Asa Tunggal Putra Indonesia di Perempat Final Indonesia Masters 2026
- PBSI
Jakarta, tvOnenews.com - Pebulutangkis muda Indonesia, Alwi Farhan, sukses menjaga harapan tuan rumah di sektor tunggal putra pada ajang Indonesia Masters 2026. Pemain berusia 20 tahun itu memastikan langkah ke babak perempat final setelah melalui laga yang tidak mudah.
Keberhasilan Alwi terasa semakin penting karena ia menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang tersisa di sektor tunggal putra. Sebelumnya, Moh. Zaki Ubaidillah harus terhenti, sementara Anthony Sinisuka Ginting terpaksa mundur dari turnamen akibat cedera pinggang.
Situasi tersebut membuat beban sekaligus tanggung jawab Alwi semakin besar. Ia pun tampil dengan determinasi tinggi demi menjaga asa publik Istora Senayan.

- PBSI
Alwi memastikan tiket perempat final setelah menumbangkan tunggal putra China, Wang Zhengxing. Pertandingan tersebut berlangsung sengit dan harus ditentukan lewat rubber game.
Bermain di Istora, Senayan, Jakarta, Kamis, Alwi sempat tertinggal pada gim pertama. Namun, ia mampu bangkit dan membalikkan keadaan dengan kemenangan 15-21, 21-19, dan 21-15.
Pertarungan melawan Wang Zhengxing menuntut Alwi tampil lebih disiplin. Lawannya dikenal memiliki serangan agresif yang kerap merepotkan sepanjang pertandingan.
“Secara serangan memang dia sangat amat kuat dan smash-nya juga sangat kenceng jadi antisipasinya harus lebih banyak, saya harus lebih aktif, saya harus lebih bisa mengontrol pola permainan di lapangan,” ungkap Alwi dalam konferensi pers setelah pertandingan pada Kamis.
Alwi mengakui laga tersebut penuh tekanan, terutama ketika tertinggal pada gim awal. Meski demikian, ia berusaha keras untuk menjaga ketenangan dan fokus pada setiap poin.
Pebulu tangkis berusia 20 tahun itu mengatakan dia berusaha sebaik mungkin untuk tenang meski dalam kondisi tertekan. Menurutnya, pengendalian emosi menjadi kunci untuk bisa keluar dari situasi sulit.

- PBSI
Selain faktor mental, Alwi juga menyoroti proses adaptasi selama turnamen. Ia merasa mampu menyesuaikan diri dengan kondisi lapangan dan jalannya pertandingan dengan cukup baik.
Peraih emas SEA Games Thailand 2025 ini merasa proses adaptasi dengan lapangan dan shuttlecock berjalan mulus. Hal itu penting mengingat adanya perubahan perlengkapan dibandingkan turnamen lain.
Load more