Indonesia Masters 2026: Meski Target 2 Gelar, PBSI Percaya Jika Masih Punya Peluang di Semua Sektor
- PBSI
Jakarta, tvOnenews.com – Turnamen bulu tangkis Indonesia Masters 2026 mulai bergulir hari ini, Selasa (20/1/2026), di Istora Senayan, Jakarta.
Ajang level BWF World Tour Super 500 itu kembali menyedot perhatian publik karena menjadi salah satu turnamen prestisius di kalender bulu tangkis dunia.

- pbsi
PBSI menargetkan raihan dua gelar juara, meski peluang untuk melangkah jauh dinilai terbuka di seluruh sektor yang dipertandingkan.
Target tersebut bukan tanpa dasar, mengingat performa sejumlah atlet Indonesia yang cukup menjanjikan dalam beberapa turnamen terakhir.
Terlebih, dukungan publik Istora kerap menjadi energi tambahan bagi para pemain Merah Putih.
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Eng Hian, mengungkapkan bahwa target tersebut ditetapkan berdasarkan evaluasi menyeluruh.
PBSI mempertimbangkan kesiapan atlet, peta persaingan, hingga stabilitas performa di tiap sektor.
"Secara objektif, PBSI menetapkan target dua medali pada Daihatsu Indonesia Masters 2026," ujar Eng Hian dikutip dalam keterangan resminya, Selasa (20/1/2026).
"Beberapa sektor, khususnya ganda putra, memiliki peluang yang relatif lebih besar berdasarkan performa, kedalaman skuad, dan stabilitas pasangan," tambahnya.
Meski demikian, Eng Hian menegaskan PBSI tidak hanya bergantung pada satu sektor. Sektor-sektor lain tetap diharapkan mampu bersaing dan memberikan kejutan di turnamen ini.
Ia menyebut pendekatan yang digunakan bersifat bertahap dan realistis. Setiap atlet didorong untuk fokus pada performa terbaik sesuai kondisi fisik dan mental masing-masing.
Menurut Eng Hian, Indonesia Masters 2026 berpotensi menghadirkan banyak hasil tak terduga. Hal itu sejalan dengan semakin ketatnya persaingan di level Super 500.
Ia menilai jarak kualitas antarpemain dunia kini semakin menyempit. Perbedaan kemampuan teknik, fisik, hingga ketahanan bermain tidak lagi terlalu mencolok.
"Kompetisi dunia kini jauh lebih terbuka, banyak atlet non-unggulan mampu tampil konsisten dan memberi tekanan besar kepada para pemain papan atas. Situasi ini membuat setiap pertandingan berpotensi menghadirkan pertarungan sengit sejak babak awal," jelas Eng Hian.
Kondisi tersebut membuat setiap laga menjadi krusial sejak fase awal. Para pemain dituntut tampil fokus dan disiplin karena kesalahan kecil bisa berujung pada kekalahan.
"Dengan peta persaingan global yang semakin merata, peluang Indonesia tetap ada di semua sektor, namun sangat bergantung pada konsistensi performa, kecerdasan strategi, serta kemampuan atlet mengelola tekanan dan momentum di lapangan," katanya.
Pada hari pertama penyelenggaraan turnamen, Indonesia langsung menurunkan banyak wakil. Sebanyak 17 atlet Merah Putih dijadwalkan tampil di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta.
Turnamen ini menyediakan total hadiah sebesar 500 ribu dolar AS atau setara sekitar Rp8,4 miliar. Indonesia Masters 2026 akan mempertandingkan laga-laga sengit selama beberapa hari ke depan.
Di hari pembuka, pertandingan digelar dalam dua sesi. Babak kualifikasi dan babak utama 32 besar menjadi agenda awal untuk menentukan langkah para pemain ke babak berikutnya.
Sektor tunggal putra menjadi salah satu yang memulai perjuangan dari babak kualifikasi. Empat wakil Indonesia yang tampil adalah Anthony Sinisuka Ginting, Prahdiska Bagas Shujiwo, Yohanes Saut Marcellyno, dan Muhamad Yusuf.
Sementara itu, sorotan juga tertuju pada sektor ganda putra di babak utama 32 besar. Empat pasangan Indonesia yang turun bertanding yakni Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, serta Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana.
(igp/aes)
Load more