Kata-kata Ko Hee-jin Sebelum Red Sparks Tersungkur di Kandang oleh Hyundai Hillstate
- KOVO
Ditambah cedera pemain Asia dan keterlambatan kedatangan setter utama Yeom Hye-seon, tim akhirnya menempati posisi terakhir untuk pertama kalinya sejak musim 2018-2019 di bawah sistem tujuh tim.
Keterpurukan Red Sparks musim ini tidak lepas dari kepergian beberapa pemain kunci, termasuk Megawati Hangestri, Vanja Bukilic, dan Pyo Seung-ju.
Kehilangan sosok pemain senior ini membuat arah mentalitas tim belum matang, meski mereka baru saja menjalani dua musim terbaik dan hampir meraih juara V-League 2024/2025.
Pasca kepergian Megawati, yang menjadi tumpuan performa dan prestasi selama dua musim terakhir, Red Sparks—dikenal dengan julukan Red Force—tidak lagi menunjukkan kekuatan yang sama. Dua musim berturut-turut, mereka berhasil lolos ke babak playoff dan menjadi penantang juara, dengan Megawati Hangestri sebagai tombak serangan yang menakutkan bagi lawan.
Kini, tim semakin terpuruk. Red Sparks masih berada di dasar klasemen, dan kedatangan Elisa Zanette sebagai pengganti Megatron belum mampu meningkatkan performa tim.
Upaya perbaikan dilakukan melalui perombakan pemain kuota Asia. Wipawee Srithong dicoret dari skuad dan digantikan oleh rookie asal Mongolia, Jamiyanpurev Enkhsoyol. Namun, perubahan ini belum memberikan dampak signifikan terhadap hasil tim di lapangan. (ind)
Load more