News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

FPTI Ambil Langkah Tegas, Perketat Aturan untuk Lindungi Atlet Panjat Tebing dari Kekerasan dan Pelecehan Seksual

FPTI mengambil langkah tegas dengan memperketat aturan internal guna mencegah terjadinya kekerasan maupun pelecehan seksual terhadap para atlet.
Kamis, 12 Maret 2026 - 17:23 WIB
Atlet panjat tebing Indonesia sedang beraksi.
Sumber :
  • Instagram.com/@fpti_official

Jakarta, tvOnenews.com - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) mengambil langkah tegas dengan memperketat aturan internal guna mencegah terjadinya kekerasan maupun pelecehan seksual terhadap para atlet. 

Kebijakan ini diambil oleh FPTI sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem perlindungan atlet sekaligus menciptakan lingkungan olahraga yang lebih aman.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketua Umum FPTI, Yenny Wahid menegaskan bahwa pihak federasi kini tengah menyusun berbagai aturan baru yang lebih ketat untuk memastikan kejadian serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang.

"Juga membuat aturan-aturan safeguarding untuk memastikan tidak ada lagi ruang yang memungkinkan kejadian semacam ini terjadi lagi," kata Yenny Wahid kepada awak media di acara perayaan HUT ke-74 Komite Olimpiade Indonesia di Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Yenny sebagai respons atas pertanyaan mengenai langkah konkret FPTI dalam menangani sekaligus mencegah kasus dugaan pelecehan seksual dan kekerasan fisik terhadap atlet panjat tebing yang saat ini sedang dalam proses hukum.

Menurutnya, federasi tidak ingin peristiwa serupa terulang kembali. Sehingga FPTI berkomitmen memperkuat sistem perlindungan atlet serta memastikan seluruh kegiatan pembinaan olahraga berlangsung dalam lingkungan yang aman dan profesional.

FPTI juga memberikan dukungan penuh kepada para atlet yang telah melaporkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian. Pihaknya bahkan menyediakan pendampingan hukum melalui pengacara guna memastikan seluruh hak hukum para korban tetap terlindungi selama proses penanganan perkara berlangsung.

Langkah ini dilakukan agar para atlet korban tetap mendapatkan perlindungan sekaligus dukungan yang memadai selama proses hukum berjalan. 

Kemudian federasi juga mengambil tindakan internal dengan menonaktifkan pelatih kepala yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.

Untuk memastikan penanganan kasus berjalan secara objektif, FPTI juga membentuk tim pencari fakta yang bertugas mengumpulkan berbagai informasi dan keterangan dari pihak-pihak terkait.

Yenny Wahid juga menilai peristiwa ini menjadi momentum penting bagi federasi untuk melakukan pembenahan secara menyeluruh. Ia menyebut kasus tersebut sebagai titik balik bagi FPTI untuk memperkuat sistem pencegahan melalui aturan internal yang lebih tegas.

"Kami membuat protokol yang semakin ketat, misalnya ketika pelatihan, (atlet dan pelatih) tidak boleh berdua," tambahnya.

Ia menjelaskan bahwa penerapan aturan tersebut merupakan bagian dari implementasi program safeguarding di lingkungan federasi. Dengan adanya regulasi yang lebih ketat, FPTI berharap dapat meminimalkan potensi tindakan tidak pantas sekaligus mencegah penyalahgunaan kewenangan dalam proses pembinaan atlet.

Di sisi lain, federasi juga memberi perhatian khusus terhadap pemulihan kondisi para korban, terutama dari sisi psikologis. Hal ini menjadi penting mengingat para atlet akan segera menghadapi sejumlah kompetisi yang dijadwalkan berlangsung pada awal April 2026.

Yenny Wahid berharap para atlet dapat kembali bangkit dan menjalani latihan dengan semangat baru setelah melewati situasi yang tidak mudah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Jadi penting sekali anak-anak bisa bersemangat kembali. Mereka sudah bisa tersenyum, tertawa, yang membuat saya merasa sangat senang," jelasnya.

(ant/nad)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ada Aksi May Day Internasional 2026 di Monas, Polisi Minta Masyarakat Tak Ikuti Arahan Jukir Liar

Ada Aksi May Day Internasional 2026 di Monas, Polisi Minta Masyarakat Tak Ikuti Arahan Jukir Liar

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin meminta kepada para massa aksi May Day Internasional 2026, untuk tidak mengikuti arahan juru parkir liar.
DPR Nilai Rencana Pemerintah Tutup Prodi Kurang Relevan: Sangat Berisiko Salah Sasaran

DPR Nilai Rencana Pemerintah Tutup Prodi Kurang Relevan: Sangat Berisiko Salah Sasaran

DPR menyoroti rencana pemerintah menutup sejumlah program studi (prodi) di perguruan tinggi.
alalal alalal alalla alalal alala lalala lalala lalala lalal

alalal alalal alalla alalal alala lalala lalala lalala lalal

LalalalalalalalalalLalalalalalalalalalLalalalalalalalalal
Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Keluarga Sausan Sarifah awalnya tidak percaya bahwa Sausan turut menjadi korban tabrakan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur.
Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Sarifah, menjadi salah satu korban selamat dalam tabrakan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Upaya menjaga ekosistem perairan dan kesehatan masyarakat terus dilakukan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat melalui pembersihan ikan sapu-sapu secara masif. 

Trending

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri meninjau langsung lokasi kejadian kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Apakah tren wedding 2026 masih didominasi konsep mewah yang megah, atau justru bergeser ke arah yang lebih sederhana namun elegan? Perubahan ini tidak lepas dari cara pandang
Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

PT KAI (Persero) memastikan 240 penumpang Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek berhasil dievakusi dalam kondisi selamat.
Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Kabar tersebut bahkan keluar jelang selesainya musim kompetisi 2025-2026, di mana menjadi salah satu musim terbaik Dony Tri Pamungkas bersama Persija Jakarta. 
Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

​​​​​​​RSUD Kota Bekasi membludak usai tabrakan KRL dan KA Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur. IGD padat, puluhan korban luka terus berdatangan dan dirawat intensif.
Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Bung Ropan bahas soal alasan Beckham Putra tak dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia. Ternyata ada alasan khusus mengapa John Herdman panggil pemain.
Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons spanduk Bobotoh "Shut Up KDM" di Tribun Utara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat laga Persib vs Arema FC.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT