News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Jejak Prestasi Timnas Voli Putri di SEA Games: Baru Sekali Emas, Megawati Hangestri Kembali Jadi Harapan

Meski Megawati Hangestri kembali menjadi tumpuan utama, Timnas Voli Putri Indonesia masih berjuang memutus penantian panjang medali emas SEA Games yang belum.
Jumat, 28 November 2025 - 09:46 WIB
Megawati Hangestri dan para pemain Timnas Voli Putri Indonesia
Sumber :
  • Facebook SAVA

tvOnenews.com - Megawati Hangestri kembali menjadi harapan besar Timnas Voli Putri Indonesia untuk meraih medali emas di SEA Games 2025.

Namun, dalam tiga edisi terakhir yang turut diperkuat Megawati, Timnas Voli Putri Indonesia belum sekali pun berhasil membawa pulang emas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Prestasi terbaik Megawati sejauh ini adalah medali perak pada SEA Games 2017, sementara di edisi lainnya Indonesia hanya mampu finis di posisi ketiga dan meraih medali perunggu.

Lantas, bagaimana perjalanan prestasi Timnas Voli Putri Indonesia sepanjang keikutsertaan mereka di SEA Games?

Meski selalu tampil di ajang tersebut, Timnas Voli Putri Indonesia ternyata baru sekali meraih medali emas, yaitu pada SEA Games 1983 setelah menundukkan Filipina.

Kendati catatan resmi kemenangan tersebut sulit ditemukan, Indonesia disebut menang tipis 3-2 dalam laga sengit.

Setelah pencapaian itu, Indonesia berkali-kali hanya mampu menjadi runner-up. Total, sudah tujuh kali Srikandi Pertiwi harus puas di posisi kedua dan gagal mengamankan emas.

Megawati Hangestri dan para pemain Timnas Voli Putri Indonesia
Megawati Hangestri dan para pemain Timnas Voli Putri Indonesia
Sumber :
  • Facebook SAVA

 

Bahkan ketika diperkuat sejumlah pemain bintang seperti Aprilia Manganang, Yolla Yuliana, dan Wilda Siti Nurfadhilah, medali emas tetap terasa jauh dari jangkauan.

Terakhir kali Indonesia meraih perak adalah pada SEA Games 2017 setelah dikalahkan Thailand di partai puncak.

Selebihnya, Timnas Voli Putri Indonesia justru lebih sering berada di posisi ketiga. Persaingan pun semakin ketat, bukan hanya dari Thailand dan Vietnam, tetapi juga dari negara-negara yang sebelumnya tidak memiliki tradisi voli kuat, seperti Laos, Myanmar, dan Filipina yang kini menjelma menjadi penantang serius.

Saat ini, sejumlah nama diharapkan mampu memutus tren negatif tersebut. Salah satunya tentu Megawati Hangestri yang kini berada dalam usia emas kariernya.

Pertanyaannya, mampukah Megawati membantu Timnas Voli Putri Indonesia meraih medali emas SEA Games 2025?

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

SEA Games 2025 akan menjadi keikutsertaan kelima Megawati jika ia kembali dibawa ke Thailand Desember mendatang. Prestasi terbaiknya masih medali perak pada 2017, saat ia berstatus pemain junior.

Sisanya, Megawati selalu membawa pulang perunggu dan belum mampu mengulang pencapaian Indonesia pada 1983.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT