News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ko Hee-jin Benar-benar Sudah Move On dari Megawati Hangestri? Sampai Melakukan Hal ini ke Suksesor Megatron ...

Volimania salah fokus melihat Ko Hee-jin saat menyambut pemain rekrutan terbaru Jung Kwan Jang Red Sparks, sebagai kode move dari kepergian Megawati Hangestri?
Selasa, 13 Mei 2025 - 21:04 WIB
Potret pemain terbaru Red Sparks, Elisa Zanette (kiri), Ko Hee-jin (tengah) dan Megawati Hangestri (kanan).
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com / KOVO

tvOnenews.com - Volimania salah fokus melihat Ko Hee-jin saat menyambut pemain rekrutan terbaru Jung Kwan Jang Red Sparks, sebagai kode move dari kepergian Megawati Hangestri?

Red Sparks dan Ko Hee-jin kehilangan sosok pemain kesayangan sekaligus pendulang poin tersubur bagi tim berjuluk Red Force itu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tim yang bermarkas di Daejeon itu seakan hilang dari radar sebagai tim yang diperhitungkan untuk menjadi juara V-League musim depan.

Pasalnya, dua pemain penting Red Sparks resmi hengkang yakni Megawati Hangestri (kembali ke Indonesia), dan Vanja Bukilic memutuskan untuk mencari peruntungan di Liga Italia.

Momen kebersamaan Pelatih Red Sparks, Ko Hee-jin dan Megawati Hangestri.
Momen kebersamaan Pelatih Red Sparks, Ko Hee-jin dan Megawati Hangestri.
Sumber :
  • KOVO

 

Selain itu, pevoli senior timnas Korea, Pyo Seung-ju memilih untuk pensiun setelah tak ada tim lagi yang mengontraknya.

Pyo Seung-ju berstatus free agent di Liga Voli Korea, dia datang ke Red Sparks sebagai pemain kompensasi atas mantan kapten Red Sparke Lee So-young yang pindah ke IBK Altos.

Kepergian Megawati Hangestri masih membekas bagi rekan setim, terutama bagi pelatih kepala Red Sparks, Ko Hee-jin.

Seolah tak bisa melupakan peran dan jasa Megawati Hangestri.

Bahkan mengingat setiap detail bagaimana dirinya memantau Mega di SEA Games Kamboja, hingga memilihnya dalam draft kuota Asia 2023/2024.

Jika membahas Megawati Hangestri yang belum lama ini menjadi bintang baru di Korea, tampil luar biasa untuk klubnya yakni Red Sparks dalam dua musim terakhir. 

Meski kini Mega hengkang dari Red Sparks, dan sudah debut untuk Gresik Petrokimia di Proliga 2025.

Masih banyak volimania dan mantan rekan setimnya di Red Sparks yang menyayangkan keputusan Megawati Hangestri tinggalkan tim berjuluk Red Force itu.

Bukan tanpa alasan, Megatron membawa Red Sparks meraih runner-up Liga Voli Korea usai berduel habis-habisan 5 game dalam partai final menghadapi idolanya, Kim Yeon-koung yang merupakan pemain Pink Spiders.

Pada musim pertama berseragam Red Sparks, sederet prestasi ia berikan untuk tim berjuluk Red Force itu, termasuk lolos ke play-off hingga mendapat undangan dari Kemenpora Indonesia.

Namun, sinar Megawati Hangestri lebih terpancar lagi saat memasuki tahun keduanya. Ia bahkan membawa Red Sparks melampaui pencapaian musim lalu yakni mencapai babak final Liga Voli Korea.

Untuk prestasi kolektif, Red Sparks berhasil mengalahkan juara bertahan V-League pada babak playoff hingga melaju ke babak final.

Megawati Hangestri juga memimpin Red Sparks mencatatkan 13 kemenangan beruntun dan menjaga asa untuk tampil di play-off untuk kedua kalinya sejak musim lalu.

Sementara itu, pencapaian individu Megawati Hangestri tak kalah cemerlang. Ia berhasil menyabet dua gelar MVP di putaran ketiga hingga keempat, bersaing ketat dengan Ratu Voli Korea, Kim Yeon-koung.

Pemain terbaru Red Sparks

Pada Draft Asia Quarter yang diadakan bulan April lalu, Ko Hee-jin resmi memilih Wipawee Srithong, yang sebelum bermain untuk Hyundai Hillstate.

Outside Hitter timnas Thailand itu juga berperan penting dalam membawa Hyundai Hillstate juara V-League musim lalu dengan mengalahkan Pink Spiders.

Kemudian baru-baru ini pada draft pemain asing 2025 Federasi Bola Voli Korea atau KOVO yang diadakan di World Elite Hotel di Istanbul, Turki, pada tanggal 9 Mei.

Ko Hee-jin resmi memilih Elisa Zanette yang berposisi sebagai Opposite Hitter.

Hal yang menjadi sorotan adalah detik-detik Ko Hee-jin naik ke panggung, dirinya membawa boneka maskot Red Sparks.

Dengan senyum lebar, Ko Hee-jin berjalan menuju panggung dan memeluk boneka tersebut dengan penuh kasih sayang.

"Jung Kwan Jang memilih Elisa Zanette," ucap Ko Hee-jin.

Boneka maskot Red Sparks itupun diberikan kepada Elisa Zanette.

"Feeling bagus nih, pak Lurah cengar-cengir soalnya," ujar penggemar Red Sparks.

"Pak Lurah mode senyum berarti pertanda bagus buat musim depan," ujar penggemar Red Sparks Indonesia.

Ko Hee-jin memilih pevoli asal Italia sebagai pengganti Megawati Hangestri.
Ko Hee-jin memilih pevoli asal Italia sebagai pengganti Megawati Hangestri.
Sumber :
  • Tangkapan layar youtube KOVO

 

Kejadian itu mengingatkan publik atas Ko Hee-jin saat memilih Megatron musim lalu dalam Asian Draft Quarter 2024/2025.

Pelatih termuda V-League itu membawa boneka bergambar Mega yang mengenakan seragam Red Sparks.

Otomatis, pevoli asal Italia itu akan menjadi suksesor Megawati Hangestri.

Tantangan pertama bagi Zanette adalah pertama kalinya main di luar Italia, sejak debutnya tahun 2011.

"Korea memiliki budaya penggemar yang mapan, saya memiliki keinginan kuat untuk menantang diri saya di Liga itu," ungkap Elisa Zanette dilansir dari naver.

Bagi Ko Hee-jin, dirinya cukup dengan bisa mendapatkan pemain yang punya pengalaman bermain di Liga Voli Italia.

"Setiap kali kami melakukan uji coba, saya merasa bersemangat dan lelah. Saya senang kami menyelesaikannya dengan selamat. Kami dapat memilih pemain yang kami inginkan. Saya senang kami dapat memilih pemain yang kami anggap sebagai kandidat terbaik." ujarnya.

Adapun soal alasan mengapa memilih Elisa Zanette, pertimbangannya adalah karena punya fisik yang baik dan memiliki tinggi badan 193 cm.

"Saya cukup puas dengan akal sehat, fisik, dan kepribadiannya, semua pemain Italia memiliki kemampuan. Zanette telah bermain di Italia selama lebih dari 10 tahun dan memiliki banyak pengalaman," ujarnya.

Jadi Suksesor Megawati Hangestri, Elisa Zanette Manfaatkan Pamor Red Sparks
Jadi Suksesor Megawati Hangestri, Elisa Zanette Manfaatkan Pamor Red Sparks
Sumber :
  • KOVO

 

"Dia juga merupakan pencetak gol terbanyak. Dia masih memiliki kemampuan melompat yang bagus. Dia terlihat bagus saat saya menonton video di Korea, tetapi dia terlihat lebih baik secara langsung." pungkasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebagaimana diketahui, Red Sparks banyak ditinggal para pemainnya usai menjadi runner up Liga Voli Korea musim 2024/2025, sehingga harus mempersiapkan pemain baru untuk musim Liga Voli Korea 2025/2026

"Semua pemain sayap kami sudah pergi. Kami harus memulai lagi dengan pemain yang ada dan pemain baru. Namun, kami memiliki Yeom Hye-seon yang sangat pandai memimpin. Dia memiliki setter terbaik di Korea. Jika dia berlatih dengan tekun, dia akan mampu menunjukkan performa yang baik di musim mendatang." ucapnya dengan yakin. (ind)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT