News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dibikin Nangis Rizki Juniansyah, Lifter China Ingin Pensiun Setelah Olimpiade Paris 2024

Lifter asal China, Shi Zhiyong, mengutarakan keinginannya untuk pensiun setelah kalah dari Rizki Juniansyah dalam perebutan medali emas Olimpiade Paris 2024.
Jumat, 9 Agustus 2024 - 20:26 WIB
Shi Zhiyong pertimbangkan pensiun setelah Olimpiade Paris 2024
Sumber :
  • X/Olympics

Paris, tvOnenews.com - Lifter asal China, Shi Zhiyong, mengutarakan keinginannya untuk pensiun setelah kalah dari Rizki Juniansyah dalam perebutan medali emas Olimpiade Paris 2024 pada cabor angkat besi nomor 73kg putra.

Rizki Juniansyah telah menjadi pembicaraan sejak Jumat (9/8/2024) dini hari tadi WIB seiring dengan keberhasilannya meraih emas kedua untuk Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

tvonenews

Juniansyah sukses mencatatkan rekor fantastis di clean & jerk dengan mengangkat beban seberat 199kg, yang memecahkan rekor sepanjang masa Olimpiade yang sebelumnya terpaku di angka 198kg.

Padahal, atlet berusia 21 tahun itu tertinggal 10kg dari lifter asal China, Shi Zhiyong, pada angkatan snatch.

Shi berhasil mengangkat 165kg selagi Juniansyah mengangkat 155kg dan harus puas dengan peringkat kedua.

Namun, di luar dugaan, Shi Zhiyong justru gagal total di clean & jerk karena tak mampu berhasil sekali pun dari tiga percobaannya pada 191kg.

Imbasnya, Shi sama sekali tidak mendapat medali karena dianggap DNF alias did not finish lantaran hanya mampu mengangkat di snatch saja.

Setelah perlombaan, Shi Ziyong menangis dan menerima kekalahannya, selagi mengutarakan penyebab kekalahannya.

“Mungkin otot adduktor saya cedera. Saya mendengar suara meletus selama pertarungan,” kata Shi kepada media China, Sina.

Shi, yang kini berusia 30 tahun, mengakui bahwa dirinya mungkin tidak akan kembali lagi ke olahraga angkat besi setelah Olimpiade Paris 2024.

Dia meraih emas pada Olimpiade Tokyo 2020, namun jarang berlatih hingga baru kembali pada Asian Games tahun lalu.

Dalam pernyataannya, setelah kekalahan dari Rizki Juniansyah, Shi mengutarakan kemungkinan untuk pensiun karena tubuhnya sudah tidak kuat.

“Tiba-tiba saya menemukan diri saya tidak mampu lagi mengangkat. Meskipun saya hanya bisa mengangkat 100kg, saya masih merasakan sakit yang tajam di pinggang saya,” katanya

“Saya mengalami stenosis tulang belakang, herniasi diskus, osteoarthritis dan lainnya. Diskus saya di punggung bawah sudah rusak,” sambung Shi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Saya mengangkat beban sepanjang tahun, otot saya bisa melakukannya namun tulang-tulang saya tak bisa lagi menanggungnya,” tandas Shi.

“Saya merasa sangat lelah setelah setiap 1kg beban. Saya mencoba untuk mempertahankan skor untuk lolos ke Paris 2024,” pungkasnya. (rda)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT