News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kasus Bullying Terjadi di Liga Voli Korea? Eks Red Sparks yang Kini jadi Saingan Megawati Hangestri Dihukum KOVO, Dia Harus...

Mantan pemain dari tim yang saat ini diperkuat Megawati Hangestri, Daejeon Jung Kwan Jang Red Sparks, diduga melakukan aksi perundungan kepada pemain junior.
Sabtu, 2 Maret 2024 - 10:21 WIB
Kolase Foto AI Peppers dan Megawati Hangestri
Sumber :
  • KOVO

tvOnenews.com - Liga Voli Korea Selatan atau V-league kembali mendapat sorotan setelah mantan pemain dari tim yang saat ini diperkuat Megawati Hangestri, Daejeon Red Sparks, diduga melakukan aksi perundungan pada pemain junior.

Mantan pemain Red Sparks yang saat ini bermain untuk AI Peppers, Oh Ji Young diduga melakukan aksi Bullying pada pemain junior di timnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Diketahui kalau pihak AI Peppers melaporkan kasus perundungan yang terjadi di dalam tim pada 15 Februari lalu.


Kolase Foto AI Peppers dan Megawati Hangestri (sumber: KOVO)

Kemudian pada 23 Februari lalu KOVO melakukan penyelidikan dengan memanggil Oh Ji Young sebagai terduga pelaku dan para pemain junior yang diduga jadi korban pembullyan.

Setelah melakukan penyelidikan, Federasi Bola Voli Korea Selatan yakni KOVO akhirnya menjatuhkan hukuman pada libero senior itu.

Pada selasa 27 Februari 2024, setelah melewati rapat komite, KOVO pun memberikan sanksi larangan bermain untuk Oh Ji Young.

Oh Ji Young didakwa melakukan pelecehan dan mendapat hukuman skorsing selama satu tahun lamanya.

"Komite Penghargaan dan Hukuman memutuskan untuk memberikan sanksi agar tindakan serupa tidak terulang kembali, karena tindakan itu merupakan tindakan anti sosial yang cukup serius dan kebiasaan buruk yang harus diberantas juga menetapkan peraturan Komite Perlindungan Hak Asasi Manusia Atlet," tulis KOVO.

"Kami memutuskan untuk memberikan skorsing selama satu tahun kepada Oh Ji Young," lanjutnya.


Kolase foto pemain AI Peppers, Oh Ji Young (sumber: KOVO)

Sementara itu, kuasa hukum Oh Ji Young menjelaskan kalau klien nya itu membantah 16 poin yang dituduhkan padanya.

Libero senior yang pernah memperkuat tim Daejeon KGC atau saat ini Daejeon Red Sparks itu menyanggah 16 poin yang diadukan.

Hanya ada satu pengakuan yang diakui di mana pelaku mengoleskan makanan di baju pengadu saat makan bersama.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, pengacara sang pemain membantah kalau itu bukan pelecehan sepihak lantaran mereka bisa membuktikan melalui foto di instagram kalau korban melakukan hal tersebut terlebih dahulu.

Meski sudah dijatuhi hukuman larangan bermain selama satu tahun, pihak Oh Ji Young masih berpeluang untuk melakukan sidang ulang terkait kasus ini.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT