News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tiga Juara Dunia Tinju Tertua, Nomor Satu Musuh Sugar Ray Leonard

Tiga petinju berikut ini memilih tetap berduel diatas ring di saat usia separuh baya. Bahkan mereka berhasil menjadi juara dunia di usia tua.
Jumat, 17 September 2021 - 21:43 WIB
Juara dunia tinju tertua.
Sumber :
  • Tim Sport tvOne

Jakarta, tvOne

Seorang atlet,khususnya petinju, biasanya mempunyai karier aktif antara rentang usia 16 hingga 35 tahun. Ini dikarenakan butuh stamina yang prima bagi seorang petinju. Namun 3 petinju berikut ini memilih tetap berduel diatas ring di saat usia separuh baya. Bahkan mereka berhasil menjadi juara dunia di usia tua. Siapa sajakah mereka?

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

3. George Foreman

Jangan mengaku penggemar tinju kalau tak mengenal sosok George Foreman. Ia merupakan legenda di dunia tinju sejak era 70an dan juga Raja KO yang memiliki rekor 40 kemenangan secara beruntun.

Memulai debut tinju profesional pada tahun 1969, Foreman menunjukkan bakatnya yang luar biasa di atas ring. Empat tahun setelah debut, Foreman menyabet gelar  Juara Dunia Kelas Berat versi WBC dan WBA dari tangan Joe Frazier. Gelar tersebut diraih saat usia Foreman baru 24 tahun dan menjadi juara tinju kelas berat termuda saat itu.

Foreman juga tercatat sebagai salah satu petinju tertua yang mampu merebut gelar yang sama. Tepatnya pada November 1994, petinju berjuluk Big  George ini berhasil mengkanvaskan Michael Moorer. Padahal kala itu Foreman berusia hampir 46 tahun, sedangkan Moorer berusia 26 tahun. Meski jauh lebih tua, Foreman mampu menang KO dari Moorer.

Sebenarnya Foreman telah pensiun pada tahun 1977, tepat tiga tahun setelah kehilangan seluruh gelarnya karena dikalahkan Muhammad Ali. Namun Foreman memutuskan kembali lagi setelah 10 tahun pensiun.
Dalam rekor tinju, Foreman tercatat melakoni 81 kali pertandingan. Hebatnya ia hanya 5 kali kalah. 76 pertandingan berhasil ia menangkan, bahkan 68 kali diantaranya menang KO. Foreman kembali menggantung sarung tinjunya saat usianya 46 tahun.

2. Bernard Hopkins

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

The Executioner, atau sang algojo, begitulah julukan petinju asal Amerika ini. Beberapa petinju besar dunia ia taklukkan. Bahkan Oscar De La Hoya pun dibuat KO oleh Hopkins Jr pada tahun 2004.

Memulai debut tinju profesionalnya pada Oktober 1988, Hopkins merajai kelas menengah dan berat ringan selama satu dekade. Bahkan Hopkins mampu mempertahankan gelar di kelas menengah sebanyak 20 kali. Hopkins pun menjadi juara dunia sejati di empat organisasi tinju.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Comeback Conor McGregor ke UFC Makin Dekat, Ini Kata Dana White

Comeback Conor McGregor ke UFC Makin Dekat, Ini Kata Dana White

Presiden UFC, Dana White, menyatakan optimisme bahwa Conor McGregor akan segera kembali bertarung di oktagon, dengan peluang comeback yang kini semakin nyata.
Bung Ropan Komentari Kekalahan Timnas Indonesia atas Bulgaria di Final FIFA Series 2026

Bung Ropan Komentari Kekalahan Timnas Indonesia atas Bulgaria di Final FIFA Series 2026

Timnas Indonesia harus mengakui keunggulan tipis Bulgaria dengan skor 0-1 dalam laga puncak FIFA Series 2026 yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno GBK
Buntut 3 Dokter Magang Tewas, Kemenkes: Bukan Kelebihan Beban Kerja, Ini Kronologi Lengkapnya

Buntut 3 Dokter Magang Tewas, Kemenkes: Bukan Kelebihan Beban Kerja, Ini Kronologi Lengkapnya

Buntut tiga dokter internship atau magang yang meninggal dunia dalam waktu berdekatan di lokasi berbeda. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) angkat bicara terkait
Meski Gagal Comeback, Media Korea Puji Kehebatan Megawati Hangestri di Draft Pemain Asing V-League

Meski Gagal Comeback, Media Korea Puji Kehebatan Megawati Hangestri di Draft Pemain Asing V-League

Meski Megawati Hangestri dipastikan tak kembali ke V-League musim depan, media Korea tetap menyoroti kehebatan “Megatron” saat membahas draft pemain asing.
Seskab Bocorkan Keberhasilan Indonesia Raih Investasi Lebih Rp380 T di Jepang

Seskab Bocorkan Keberhasilan Indonesia Raih Investasi Lebih Rp380 T di Jepang

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyatakan keberhasilan Indonesia meraih komitmen investasi lebih dari Rp380 triliun di Jepang. Keberhasilan ini
Demi Ketahanan Energi Nasional, Bahlil Pastikan Pemerintah Percepatan Blok Masela

Demi Ketahanan Energi Nasional, Bahlil Pastikan Pemerintah Percepatan Blok Masela

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia memastikan pemerintah mendorong percepatan pengembangan Proyek Strategis Nasional Blok Masela, Maluku. Bahkan Bahlil jelaskan,

Trending

Kalah karena Penalti, John Herdman Bilang Begini soal Permainan Timnas Indonesia vs Bulgaria

Kalah karena Penalti, John Herdman Bilang Begini soal Permainan Timnas Indonesia vs Bulgaria

Kekalahan perdana yang dialami John Herdman bersama Timnas Indonesia tidak serta-merta membuatnya pesimistis. Meski takluk 0-1 dari Timnas Bulgaria di Stadion -
Pengangkatan Hendarsam Marantoko sebagai Dirjen Imigrasi Momentum Tepat untuk Pembenahan

Pengangkatan Hendarsam Marantoko sebagai Dirjen Imigrasi Momentum Tepat untuk Pembenahan

Momentum pengangkatan Hendarsam Marantoko sebagai Direktur Jenderal Imigrasi dinilai sebagai langkah penting dalam upaya pembenahan sektor keimigrasian nasional.
Ihwal Pencalonan Ketua Umum KONI Papua Barat, Gubernur: Tidak Ada Titipan

Ihwal Pencalonan Ketua Umum KONI Papua Barat, Gubernur: Tidak Ada Titipan

Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan jelaskan, tidak ada titipan atau intervensi dari pihak manapun dalam bursa pencalonan Ketua Umum KONI Papua Barat
Di Luar Dugaan Usai Kalah Tipis dari Bulgaria, John Herdman Blak-blakan soal Performa Menakjubkan Timnas Indonesia

Di Luar Dugaan Usai Kalah Tipis dari Bulgaria, John Herdman Blak-blakan soal Performa Menakjubkan Timnas Indonesia

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mengungkapkan kekecewaannya usai kekalahan tipis 0-1 dari Bulgaria dalam laga FIFA Series 2026. Dia bilang timnas Indonesia
VAR Buat Timnas Indonesia Kebobolan Lawan Bulgaria, Ini Penyebab Skuad Garuda Dapat Hukuman Penalti di Final FIFA Series 2026

VAR Buat Timnas Indonesia Kebobolan Lawan Bulgaria, Ini Penyebab Skuad Garuda Dapat Hukuman Penalti di Final FIFA Series 2026

Timnas Indonesia harus mengubur mimpi meraih gelar FIFA Series 2026 setelah kalah tipis dari Bulgaria. Kekalahan itu ditentukan lewat penalti kontroversial.
Reaksi Francis Ngannou Usai Israel Adesanya Tersungkur di UFC Seattle: Olahraga Ini Tak Selalu Adil

Reaksi Francis Ngannou Usai Israel Adesanya Tersungkur di UFC Seattle: Olahraga Ini Tak Selalu Adil

Mantan juara kelas berat UFC, Francis Ngannou, mengaku patah hati menyaksikan sahabatnya, Israel Adesanya, kalah TKO dari Joe Pyfer dalam UFC Fight Night 271.
Media Vietnam Tak Habis Pikir Kesalahan Fatal saat Timnas Indonesia Takluk dari Bulgaria

Media Vietnam Tak Habis Pikir Kesalahan Fatal saat Timnas Indonesia Takluk dari Bulgaria

Media Vietnam soroti kekalahan Timnas Indonesia 0-1 dari Bulgaria di final FIFA Series 2026, beberkan kesalahan penalti menjadi faktor fatal bagi skuad Garuda.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT