News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Belum Ada Pevoli Asing yang Bisa Melampaui Prestasi Megawati Hangestri di Korea Selatan, Bahkan Ratu Voli Korea?

Jika berbicara soal capaian dan sejarah, satu hal yang sulit dibantah: hingga saat ini belum ada pevoli asing Asia yang mampu melampaui prestasi Megawati Hangestri
Minggu, 22 Februari 2026 - 17:58 WIB
Rekor Megawati Hangestri di Red Sparks, Tembus 1000 poin
Sumber :
  • Red Sparks

tvOnenews.com - Siapa sangka, belum ada pevoli asing di Liga Voli Korea yang bisa melampaui prestasi Megawati Hangestri. Bahkan Kim Yeon-koung, si Ratu Voli Korea?

Keputusan Megawati Hangestri Pertiwi meninggalkan panggung V-League Korea Selatan memang menyisakan tanda tanya besar. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun jika berbicara soal capaian dan jejak sejarah, satu hal yang sulit dibantah: hingga saat ini belum ada pevoli asing Asia yang mampu melampaui prestasinya di kompetisi tersebut.

Data resmi dari Korea Volleyball Federation (KOVO) dan statistik V-League menunjukkan bahwa Megawati bukan sekadar pemain asing biasa. 

Ia menciptakan kategori prestasi baru yang sebelumnya tidak pernah disentuh pemain Asia lainnya.

Megatron: MVP Asia Pertama dalam Sejarah V-League

Tonggak sejarah paling mencolok terjadi pada musim 2023/2024. Berdasarkan pengumuman resmi KOVO, Megawati dinobatkan sebagai MVP putaran pertama. Ini bukan sekadar penghargaan individu biasa.

Ia menjadi pemain asing Asia pertama yang meraih MVP di V-League.

Pada putaran tersebut, Megawati mencetak 138 poin dan langsung masuk jajaran elite pencetak angka liga. 

Bahkan dalam klasemen top skor musim reguler 2023/2024, ia mengoleksi 641 poin dari 30 pertandingan dan finis di peringkat ketujuh.

Menariknya, ia hanya terpaut satu poin dari legenda voli Korea, Kim Yeon-koung, yang mencatatkan 642 poin pada musim yang sama.

Kim Yeon-kyung Ratu Voli Korea
Kim Yeon-kyung Ratu Voli Korea
Sumber :
  • KOVO

Statistik ini bukan klaim sepihak. Data tersebut tercatat dalam rilis statistik resmi V-League yang dikelola KOVO.

Menembus 1.500 Poin dalam Waktu Singkat

Salah satu indikator dominasi seorang pemain adalah konsistensi akumulasi poin. Megawati mencatatkan lebih dari 1.500 poin hanya dalam waktu kurang dari dua musim.

Ia mencapai milestone tersebut saat menghadapi AI Peppers pada 14 Maret 2025 dengan torehan 35 poin dalam satu laga. 

Berdasarkan data resmi liga, ia menjadi pemain ke-47 dalam sejarah V-League yang menembus angka tersebut.

Yang membuatnya istimewa, ia mencapainya dalam waktu yang relatif singkat dibanding banyak pemain asing lain.

Pada musim terakhirnya bersama Daejeon JungKwanJang Red Sparks, Megawati mencatatkan 867 poin, menjadikannya top skor asing klub tersebut musim itu.

Catatan tersebut juga dikonfirmasi melalui laporan statistik resmi klub dan V-League.

Megawati Hangestri dan skuad Red Sparks usai ukir sejarah positif V-League
Megawati Hangestri dan skuad Red Sparks usai ukir sejarah positif V-League
Sumber :
  • Red Sparks

Dibandingkan dengan Ratu Voli Korea

Lalu bagaimana jika dibandingkan dengan Kim Yeon-koung, yang sering dijuluki “Ratu Voli Korea”?

Secara historis dan koleksi gelar, Kim memang unggul. Ia adalah MVP liga beberapa kali, MVP final, serta ikon global yang pernah bermain di Turki, China, dan Jepang sebelum kembali memperkuat Incheon Heungkuk Life Pink Spiders.

Total poin karier Kim di V-League sudah melampaui 5.000 poin (akumulasi multi-musim berdasarkan statistik KOVO). 

Namun dalam konteks pemain asing Asia, Megawati menciptakan ruang sejarah yang berbeda. 

Kim adalah legenda domestik Korea, sementara Megawati adalah pionir Asia Tenggara yang berhasil menembus dominasi pemain Eropa dan Amerika di liga tersebut.

Bahkan dalam satu musim, Megawati mampu berdiri sejajar dalam daftar top skor dengan Kim, selisih hanya satu poin.

Lebih dari Sekadar Statistik

Prestasi Megawati tidak hanya diukur dari angka. Ia terpilih masuk All-Star Game V-League 2023/2024 melalui voting penggemar resmi yang diselenggarakan KOVO. Ini menunjukkan pengakuan publik Korea terhadap kualitas dan karismanya.

Ia juga tercatat sebagai pemain berhijab pertama dalam sejarah V-League. Fakta ini mendapat sorotan media Korea, termasuk platform besar seperti Naver, yang menilai kekuatan serangannya termasuk yang paling eksplosif di liga.

Pelatih Red Sparks, Ko Hee-jin, bahkan pernah menyebut Megawati sebagai “nama yang akan dikenang dalam sejarah V-League.” Pernyataan tersebut tercatat dalam wawancara resmi klub.

Megawati Hangestri vs Gyselle Silva dalam pertandingan Red Sparks melawan GS Caltex.
Megawati Hangestri vs Gyselle Silva dalam pertandingan Red Sparks melawan GS Caltex.
Sumber :
  • Kolase tvOnenews / KOVO

Jika dibandingkan dengan pemain asing non-Asia seperti Gyselle Silva, memang ada yang mampu mencetak poin lebih tinggi dalam satu musim. Namun belum ada pemain asing Asia yang:

* Menjadi MVP putaran,
* Masuk Top 10 skor liga,
* Menembus 1.500 poin secepat itu,
* Serta membawa dampak sosial dan kultural sebesar Megawati.

Berdasarkan data resmi KOVO, statistik V-League, serta catatan klub Red Sparks, hingga saat ini belum ada pevoli asing Asia yang melampaui kombinasi prestasi Megawati Hangestri di Korea Selatan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kim Yeon-koung tetaplah ratu voli Korea dalam konteks legenda nasional. Namun dalam kategori pemain asing Asia paling berpengaruh dan berprestasi di V-League, Megawati berdiri sendirian.

Dan selama belum ada pemain Asia lain yang memecahkan rekor MVP dan konsistensi poin seperti dirinya, sejarah itu masih akan tetap menyandang satu nama: Megawati Hangestri Pertiwi. (udn)
 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Imigrasi Soetta Cegah Keberangkatan 42 Jemaah Ilegal Sejak Awal Musim Haji 2026

Imigrasi Soetta Cegah Keberangkatan 42 Jemaah Ilegal Sejak Awal Musim Haji 2026

Kantor Imigrasi Bandara Soekarno Hatta (Soetta) mencatat sebanyak 42 calon jemaah haji non prosedural telah dicegah keberangkatannya ke Tanah Suci sejak awal masa haji 2026.
Kasus Anak Diduga Dicekoki Miras Hingga Dilecehkan di Tangerang, Pelaku Utama Masih Buron

Kasus Anak Diduga Dicekoki Miras Hingga Dilecehkan di Tangerang, Pelaku Utama Masih Buron

Polres Metro Tangerang Kota meningkatkan kasus anak wanita yang diduga dicekoki miras hingga dilecehkan oleh gerombolan pria, di wilayah Cipondoh, Kota Tangerang, dari penyelidikan ke penyidikan.
Ada Aksi May Day Internasional 2026 di Monas, Polisi Minta Masyarakat Tak Ikuti Arahan Jukir Liar

Ada Aksi May Day Internasional 2026 di Monas, Polisi Minta Masyarakat Tak Ikuti Arahan Jukir Liar

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin meminta kepada para massa aksi May Day Internasional 2026, untuk tidak mengikuti arahan juru parkir liar.
DPR Nilai Rencana Pemerintah Tutup Prodi Kurang Relevan: Sangat Berisiko Salah Sasaran

DPR Nilai Rencana Pemerintah Tutup Prodi Kurang Relevan: Sangat Berisiko Salah Sasaran

DPR menyoroti rencana pemerintah menutup sejumlah program studi (prodi) di perguruan tinggi.
alalal alalal alalla alalal alala lalala lalala lalala lalal

alalal alalal alalla alalal alala lalala lalala lalala lalal

LalalalalalalalalalLalalalalalalalalalLalalalalalalalalal
Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Keluarga Sausan Sarifah awalnya tidak percaya bahwa Sausan turut menjadi korban tabrakan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur.

Trending

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri meninjau langsung lokasi kejadian kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Apakah tren wedding 2026 masih didominasi konsep mewah yang megah, atau justru bergeser ke arah yang lebih sederhana namun elegan? Perubahan ini tidak lepas dari cara pandang
Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

PT KAI (Persero) memastikan 240 penumpang Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek berhasil dievakusi dalam kondisi selamat.
Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Kabar tersebut bahkan keluar jelang selesainya musim kompetisi 2025-2026, di mana menjadi salah satu musim terbaik Dony Tri Pamungkas bersama Persija Jakarta. 
Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

​​​​​​​RSUD Kota Bekasi membludak usai tabrakan KRL dan KA Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur. IGD padat, puluhan korban luka terus berdatangan dan dirawat intensif.
Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Bung Ropan bahas soal alasan Beckham Putra tak dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia. Ternyata ada alasan khusus mengapa John Herdman panggil pemain.
Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons spanduk Bobotoh "Shut Up KDM" di Tribun Utara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat laga Persib vs Arema FC.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT